0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Solo Sering Kebakaran, BPBD: Cek Jaringan Kabel Atap Rumah!

Warga mengais benda-benda sisa kebakaran rumah (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Dalam sepekan terakhir, banyak terjadi peristiwa kebakaran di Solo. Terhitung, ada enam titik kebakaran tersebar di sejumah wilayah Kota Bengawan. Banyaknya kebakaran tersebut dipengaruhi banyak faktor mulai dari panasnya suhu udara, konseleting arus listrik hingga faktor kelalaian manusia (human eror).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solo, Eko Nugroho saat dihubungi Timlo.net mengatakan pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Solo untuk senantiasa waspada terkait musibah kebakaran yang terjadi seminggu terakhir. Masyarakat diimbau untuk melakukan pengecekan rutin khususnya arus listrik tegangan tinggi yang berada di rumah mereka masing-masing.

“Faktor pertama biasanya kebakaran timbul lantaran arus pendek konsleting listrik. Saya mengimbau kepada masyarakat, khusus untuk senantiasa melakukan pemeriksaan jaringan kabel tegangan tinggi yang berada di atap rumah. Kebanyakan, kebakaran terjadi dari kabel tegangan tinggi yang sudah berusia 10 tahun lebih,” terang Eko, Senin (3/11) sore.

Selain melakukan pengecekan terhadap kabel tegangan tinggi, Eko juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menggunakan steker (colokan listrik) untuk alat elektronik tertertu, semisal lemari es, magic jar (penanak nasi) maupun mesin pencuci. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengakibatkan kabel utama penghantar listrik menjadi panas. Sehingga, jika dibiarkan terus menerus maka dapat mengakibatkan kabel terbakar.

“Jadi, jangan asal mencolokkan alat-alat elektronik. Ada sejumlah alat elektronik yang khusus disediakan steker sendiri. Kalau hanya radio, kipas angin dan alat elektronik ringan tidak masalah,” kata Eko.

Disinggung terkait kebakaran sejumlah lahan yang juga terjadi, Eko mengatakan bahwa masyarakat hendaknya waspada mengatasi hal tersebut. Sehingga, jika terjadi hal yang tak diinginkan seperti kebakaran lahan kosong yang mengancam pemukiman padat penduduk maka diharapkan masyarakat untuk langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran di nomor (0271) 710900.

“Memang saat ini lagi musim panas sekali. Jadi, diharapkan masyarakat untuk waspada mengatasi musibah kebakaran. Selain menghanguskan harta benda, musibah kebakaran juga membahayakan jiwa bagi manusiia,” pungkas Eko.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge