0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

R-APBD Solo 2015, Retribusi Diproyeksikan Turun 11,34 %

Pasar Gilingan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Pendapatan dari sektor retribusi daerah dalam Rancangan APBD 2015 (R-APBD 2015) diproyeksikan menurun sebesar Rp 11,34 persen. Penurunan itu disebabkan beberapa sarana prasana publik yang belum selesai seperti pembangunan pasar dan terminal sehingga berdampak pada capaian retribusi.

Penurunan retribusi itu tertuang dalam Nota Penjelasan Walikota Solo terhadap R-APBD 2015 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD, Senin (3/11). Meski sektor retribusi daerah mengalami penurunan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam R-APBD 2015 tetap mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. PAD ditarget naik 7,27 persen.

Dalam Nota R-APBD 2015 itu, secara umum, proyeksi pendapatan daerah dipatok sebesar Rp 1,519 triliun, belanja daerah sebesar Rp. 1,570 triliun sehingga terjadi defisit sebesar Rp. 50,984 miliar yang selanjutnya ditutup melalui pembiayaan netto daerah.

Ditemui usai Rapat Paripurna, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan proyeksi penurunan retribusi daerah sebesar 11,34 persen itu lantaran pembangunan sejumlah pasar dan pasar baru yang siap ditempati.

“Itu karena pembangunan pasar. Besok kan pindah yang dari Jl Sabang ke Pasar Gilingan baru. Di sana kan tidak dipungut (retribusi) dulu. Biasanya 6 bulan (tidak dipungut). Untuk adaptasi, minimal enam bulan tidak dipungut retribusi,” katanya kepada wartawan.

Selain Pasar Gilingan, sejumlah pasar lainnya yang diprediksi tidak memberi sumbangan retribusi antara lain Pasar Tanggul, Pasar Gede, Pasar Bangunharjo, Pasar Ngemplak dan Pasar Sibela.

“Karena sistem pendapatan sama dengan belanja itu kan tidak main-main. Kalau PAD nggak tercapai kan tercatat utang,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge