0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jamaah Haji Karanganyar Pulang, 2 Wafat di Tanah Suci

Jamaah haji asal Karanganyar disambut keluarganya (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar – Ratusan jamaah haji asal Kabupaten Karanganyar yang tergabung dalam Kloter 58 dan 59, tiba kembali di Bumi Intanpari, Sabtu (1/11) malam dan Minggu (2/11) dinihari. Usai bertolak dari Debarkasi Donohudan, rombongan 6 bus yang membawa jemaah Kloter 58 tiba di Masjid Agung Karanganyar pukul 20.20 WIB disusul 3 bus Kloter 59 pada pukul 02.30 WIB Minggu. Kepulangan para jamaah haji disambut haru oleh keluarga yang telah menantikan sejak petang.

Puluhan kendaraan keluarga penjemput jamaah haji tampak memenuhi kawasan Alun-alun Karanganyar. Sejumlah personel Satpol PP maupun dari Polres Karanganyar pun tampak berjaga-jaga di depan Masjid Agung Karanganyar sembari mengatur arus keluar masuk penjemput jemaah.

“Kloter 58 tiba di Debarkasi pukul 17.45 WIB, kemudian disusul Kloter 59 pada 23.30 WIB. Usai disambut Bupati dan dilepas oleh PPIH Debarkasi, jamaah menuju masing-masing bus untuk diantar menuju Masjid Agung Karanganyar,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karanganyar, Musta’in Ahmad, ketika dihubungi wartawan, Senin (3/11).

Meski hampir separuh dari keseluruhan jamaah haji asal Karanganyar masuk kategori berisiko tinggi, namun secara umum kondisi kesehatan mereka setiba di tanah air cukup baik. Sehingga, jemaah tidak membutuhkan penanganan serius.

“Kebanyakan karena faktor usia. Memang beberapa ada yang butuh perawatan medis selepas dilakukan observasi kesehatan di Debarkas. Tapi secara umum, tidak ada masalah dan tidak sampai harus dirujuk ke rumah sakit,” sebut Musta’in.

Seperti diketahui, tahun ini tercatat sebanyak 294 jamaah asal Kabupaten Karanganyar yang terbagi dalam Kloter 58 dan 145 jamaah di Kloter 59, berangkat menuju Tanah Suci pada 22 September lalu. Dari jumlah tersebut, empat orang di antaranya pulang lebih awal (tanazul) lantaran sakit, yakni Herawan Sugiono asal Kebakkramat pada 15 Oktober, Suyato asal Matesih pada 17 Oktober serta Sudarto dan Istinayah yang merupakan pasangan suami istri asal Desa Ngringo, Jaten yang dipulangkan pada 27 Oktober.

Sementara itu, dua jamaah asal Bumi Intanpari lainnya di Kloter 58 meninggal dunia di Tanah Suci, bernama Warsiti dan Supardi Trunojoyo. Jenazah keduanya dimakamkan di Mala, Mekkah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge