0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bus Tua Tak Dapat Jam Trayek, Pengusaha Angkutan Resah

Deretan bus di Terminal Induk Giriadipura Wonogiri (Dok.Timlo.net/ Aris Arianto)

Wonogiri — Sejumlah pengusaha angkutan darat, khususnya bus Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP) di Wonogiri mengeluhkan aturan yang diterbitkan Dishub Provinsi Jateng, yang salah satunya menyebutkan bahwa ijin trayek dan jam trayek bus AKDP diberikan hanya untuk armada yang tahun pembuatannya tergolong muda yakni di atas tahun 1990 saja.

Kontan saja, aturan itu membuat resah sejumlah pengusaha bus di Wonogiri. Pasalnya armada bus yang mereka miliki kebanyakan berusia tua bahkan tahun pembuatan bus di bawah tahun 1990-an.

Hendro, warga Kecamatan Baturetno, menyatakan peraturan tersebut sangat meresahkan, karena kenyataan di lapangan saat ini ,rata-rata usia bus AKDP di Wonogiri berusia tua. “Di Wonogiri ini ada beberapa pengusaha bus yang tergolong pengusaha kecil, dan kebanyakan armada mereka itu sudah tua-tua semua. Kalau kami tidak diberikan ijin trayek, berarti sama saja kami tidak boleh beroperasi,” ungkap pemilik PO Hage yang melayani trayek Baturetno-Solo ini sembari menambahkan, armada yang ia miliki sebanyak 4 unit merupakan keluaran perakitan tahun 1985.

Dia pun berharap pihak terkait mengkaji ulang kebijakan pemerintah ini. Mengingat pengusaha bus AKDP di Wonogiri ini yang kebanyakan pungusaha kecil. “Saya harap pemerintah peka terhadap masalah-masalah seperti ini,” pintanya.

Terpisah, Kepala Dishubkominfo Wonogiri Ismiyanto saat dijumpai wartawan di Komplek Setda Wonogiri mengatakan, rencananya hari ini pihaknya bakal melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak, baik pengusaha bus dan Organda Wonogiri.

“Hari ini kita akan duduk bersama, salah satunya membahas persoalan terkait jam trayek yang dikeluhkan oleh pengusaha bus AKDP,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge