0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Tebu Tagih Janji Presiden Jokowi

Ilustrasi truk (dok.timlo.net/agung)

Karanganyar – Kebijakan impor gula yang melebihi kebutuhan ideal, tak urung membuat sejumlah petani tebu lokal di kawasan Karanganyar dan sekitarnya merugi. Pasalnya, surplus gula impor berimbas pada menurunnya harga jual gula lokal dan sulitnya para petani menjual produksi mereka.

Hal tersebut dirasakan betul oleh Anas Nur. Petani tebu asal Colomadu yang telah menggeluti profesinya semenjak 1998 tersebut mengaku merugi hingga Rp 1,2 miliar. Bahkan, sejumlah harta bendanya pun terpaksa ia jual lantaran anjloknya harga jual gula.

“Baru kali ini anjlok karena adanya impor yang sak penake dhewe. Kita yang kena dampaknya. Sebagai gambaran, di luar Jawa saja banyak yang mengkonsumsi gula impor. Sepertinya ada permainan dari importir,” tutur Anas kepada wartawan usai pertemuan dengan sejumlah elemen petani tebu di PG Tasikmadu, kemarin.

Kebijakan impor di atas kebutuhan ideal sebesar 1,4 juta ton itu pula yang menjadi pertanyaan. Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jawa Tengah Sukadi Wibisono mempertanyakan komitmen pemerintah yang dinilainya tak melindungi kaum petani.

“Kaitannya dengan penjualan gula, tak seharusnya menjadi polemik kalau dari kalau menteri tak menetapkan kebijakan itu. Acuannya apa sehingga impor sampai di atas kebutuhan sebanyak 2,8 juta ton? Apakah kebijakannya mau membunuh petani?” tanya Sukadi.

Disebutkan Sukadi, kini gula impor membanjiri pasar dan membuat petani tak bisa menjual produksinya selaman berbulan-bulan. Meskipun secara kualiatas gula lokal tak kalah baik ketimbang gula impor, tak serta merta membuatnya mampu menyaingi penjualan gula impor.

“Ini ada permainan. Kami harap janji Presiden Jokowi soal revitaliasasi produk dalam negeri terkait pasar bebas Asia semoga terealisasi. Sehingga ada jaminan jelas dan petani mendapat proteksi,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge