0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengusaha Minta Kemenhub Tertibkan ‘Tarif Siluman’ Pelabuhan

peti kemas (dok.merdeka.com )

Timlo.net – Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) meminta Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, memberantas praktik pungutan liar oleh pengelola pelabuhan di mana selama ini meresahkan para pengusaha logistik.

“Praktik pungutan liar di Indonesia dilakukan mafia-mafia pelabuhan yang berkedok perusahaan negara dan perusahaan asing,” kata Ketua ALI, Zaldy Ilham Masita seperti dilansir antara, Minggu (2/11).

Asosiasi mengritisi rencana kenaikan tarif pelabuhan oleh PT Jakarta International Container Terminal (JICT), menerapkan cost recovery pelayanan jasa peti kemas Rp 75 ribu mulai 1 November 2014. JITC adalah anak perusahaan patungan PT Pelabuhan Indonesia II dengan Hutchinson Port Holdings (HPH).

Kenaikan tarif di pelabuhan bakal menambah daftar biaya tinggi di pelabuhan, mengingat bersemangatnya pemerintahan baru untuk menekan biaya tinggi logistik di Tanah Air.

“Diperkirakan, kenaikan biaya pelabuhan karena tarif baru ini mencapai Rp 400 miliar hingga Rp 500 miliar pertahun. Kenaikan ini tanpa dasar hukum sama sekali dan dilakukan sepihak oleh Pelindo II. Kami menyesalkan hal ini,” katanya.

Dia meminta Menhub Jonan, segera mencabut tambahan tarif-tarif aneh, juga segera membereskan pelabuhan dari mafia-mafia pelabuhan berkedok perusahaan negara dan perusahaan asing,” kata Zaldy.

Kenaikan tarif di pelabuhan ini sangat disayangkan. Ini karena bakal menambah daftar biaya tinggi di pelabuhan, mengingat bersemangatnya pemerintahan baru untuk menekan biaya tinggi logistik di Tanah Air. Dari kenaikan biaya pelabuhan, pengelola bisa meraup Rp 500 miliar pertahun.

“Kenaikan ini tanpa dasar hukum sama sekali dan dilakukan sepihak oleh Pelindo II. Kami menyesalkan hal ini,” katanya. [arr]

 

Sumber : merdeka.com

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge