0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Simulasi Gempa, Siswa SMA Histeris

Simulasi Gempa, Siswa SMA Histeris (Timlo.net - Aditya)

Klaten – “Ayo keluar dari kelas. Jangan berlindung di bawah pohon. Gempa! Gempa!” Seruan itu datang dari seorang siswa ketika mendengar bunyi sirene meraung- raung sebagai pertanda gempa bumi melanda SMAN 1 Klaten, Sabtu (1/11).

Sontak, ratusan siswa dengan histeris dan panik berhamburan keluar dari ruang kelas, menuju lapangan upacara. Ada pula yang berlindung di bawah kursi dan meja.

Sedangkan tim medis mencoba melakukan evakuasi dan pertolongan pertama terhadap korban bencana. Dikabarkan, ada lima siswa-siswi yang terluka, dan satu siswa meninggal dunia. Begitulah skenario simulasi bencana gempa bumi yang berlangsung di SMAN 1 Klaten.

Simulasi yang diikuti oleh sedikitnya 983 siswa-siswi sekolah itu bertujuan meningkatkan kesigapan sekolah dalam menghadapi bencana,
khususnya gempa bumi. Kepala SMAN 1 Klaten, Kawit Sudiyono, mengatakan kegiatan yang bekerjasama dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, Search and Rescue
(SAR) Klaten, dan Rumah Sakit Cakra Husada ini rutin digelar setiap tahun.

Pasalnya Klaten merupakan salah satu daerah rawan bencana.

“Belajar dari gempa bumi 2006 lalu, kami sebisa mungkin rutin menggelar simulasi seperti ini. Pasalnya setiap tahun pasti ada pergantian siswa
sehingga siswa baru juga harus dibekali kesigapan saat terjadi bencana,” katanya, Sabtu (1/11).

Selain mengadakan simulasi, lanjut Kawit, SMAN 1 Klaten sejak tiga bulan lalu telah memiliki petunjuk jalur evakuasi sesuai standar BPBD. Tak hanya itu, lewat kegiatan Emansipasi Pecinta Alam (Emapal) dan Pramuka SMAN I
Klaten, siswa telah diberi materi tentang pendidikan bencana.

“Guna mengantisipasi secara dini terjadinya bencana yang datangnya tidak dapat diperkirakan kapan dan dimana, lewat ekstrakulikuler yang ada, kami mencoba memasukan materi pendidikan bencana,” pungkasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge