0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Harga BBM Naik, Popularitas Jokowi Turun?

Antrian beli bensin di SPBU Boyolali. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Timlo.net — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meyakini penaikan harga BBM subsidi tak menurunkan popularitas Presiden Joko Widodo. Pasalnya, masyarakat dinilai sudah paham bahwa langkah itu harus diambil pemerintah demi mengejar pertumbuhan ekonomi.

“Kita sudah sering menghindari pekerjaan yang sulit tapi penting untuk rakyat. Nah pak Jokowi ini akan melakukan pekerjaan yang sulit itu. Saya kira masyarakat kita sudah cerdas dan tidak menurunkan popularitas Jokowi,” ucap Sudirman dalam diskusi “Mimpikah Kedaulatan Energi?” di Jakarta, Sabtu (1/11).

Menurutnya, harga BBM murah membuat masyarakat Indonesia terlena dan boros. Di sisi lain, produksi minyak nasional rendah tidak mampu menutupi kebutuhan BBM subsidi yang terus membengkak. Ini memaksa pemerintah untuk terus mengimpor BBM.

“Yang membuat kita bergantung pada impor adalah sikap-sikap yang tidak mau sulit, tidak mau repot. Nyaman saja dengan kondisi yang ada saat ini,” katanya.

Berbeda, Ekonom Universitas Atma Jaya Agustinus Prasetyantoko menyebut penaikan harga BBM subsidi bakal menurunkan popularitas Jokowi.

“Jokowi merupakan presiden populer tapi tidak populis. Artinya kebijakan yang diambil itu membuatnya tidak disukai. Tapi ini bisa dihindari, masyarakat harus diedukasi,” katanya.

Kendati demikian, dia meyakini, penaikan harga BBM subsidi bakal berdampak baik terhadap ekonomi Indonesia. “Ekonomi itu tidak hanya bicara hari ini. Tapi bicara waktu-waktu ke depan. Tidak enak saat ini tapi ke depannya pasti bisa lebih baik,” katanya. [yud]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge