0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Operasional Naga Bhuana Disoal Warga

Pembangunan pabrik Nagabhuana Aneka Piranti 3 yang disoal warga (Dok. Timlo.net/Tarmuji)

Wonogiri – Perusahaan pengolahan kayu lapis PT Naga Bhuana Aneka Piranti Unit 3 di Desa Manjung Kecamatan Wonogiri diprotes warga. Pasalnya, operasional perusahaan itu telah mengakibatkan sesak napas, sakit kulit dan mata. Perusahaan diminta membayar ganti rugi dan mengusahakan penyembuhan atas penyakit itu.

Saat dijumpai di kediamannya berjarak belasan meter dari lokasi pabrik, Ari Tri Wahyono (31), warga Dusun Ngasinan RT 2 RW 1 Desa Wonoharjo Kecamatan Wonogiri, mengaku sangat tersiksa dengan adanya perusahaan itu. Terutama saat alat-alat berat bekerja meratakan tanah. Debu dari aktifitas alat berat beterbangan dan masuk ke dalam rumahnya.

“Kedua anak saya, Vinki dan Serli menderita sesak napas dan gatal-gatal. Istri saya Sutini dan saya sendiri sakit mata dan gatal-gatal di seluruh tubuh. Ini akibat debu yang masuk ke rumah saya dari aktivitas alat berat pabrik,” katanya, Rabu (13/8).

Diyakininya debu dari aktivitas alat berat telah membuat derita. Sebab, jauh sebelum pabrik berdiri, belum pernah dirinya dan keluarga terserang sakit seperti itu.

“Sakit ini sudah kami derita sejak perusahaan mulai membangun atau sekitar sepuluh bulan yang lalu,” katanya.

Bukan hanya mengakibatkan sakit pada manusia. debu juga membuat bak air bersih harus dimasukkan ke dalam mobil untuk menghindari paparan langsung. Bukan itu saja, usaha penjualan pakaian dan bahan kelontong miliknya terpaksa ditutup, sebab dipastikan dikotori debu. Imbas debu ini sudah dilaporkan ke perusahaan, namun pihak manajemen tak pernah memberi jawaban pasti, malah dirinya hanya disuruh untuk bersabar.

“Dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, saya dan istri serta anak-anak menderita asma, alergi, dan dypsneau uricaria atau semacam gatal-gatal,” jelas Ari.

Ari akan tetap menuntut ke perusahaan dengan tuntutan harus mengusahakan penyembuhan terhadap seluruh anggota keluarga dan pemberian ganti rugi.

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge