0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paryono: Money Politic Menciderai Nilai-nilai Demokrasi

Ilustrasi (dok.timlo.net/red)

Karanganyar – Terungkapnya praktik money politic alias politik uang pada pemilihan umum presiden (pilpres) di Karanganyar mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan.

Ketua DPC PDIP, sekaligus Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Karanganyar, Paryono menilai kasus money politic ini merupakan sebuah penyalahgunaan wewenang dan jabatan serta telah menciderai nilai-nilai demokrasi. Apalagi diduga donator money politic ini adalah Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Kaliboto, notabene merupakan adik ipar Bupati Juliyatmono, yakni Muladi.

“Dia (Muladi) itu sebagai sumber dana. Sebagai penyelenggara Pemilu, ini jelas melanggar Undang-undang. Proses dan nilai berdemokrasi juga telah diciderai,” tandasnya.

Ia meminta Panwaslu setempat bersikap tegas terhadap oknum-oknum mendalangi money politic di berbagai wilayah Karanganyar.

“Harus tegas karena ini juga untuk pembelajaran demokrasi bagi masyarakat,” ujar Paryono.

Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono mengatakan pihaknya akan mengklarifikasi terlebih dahulu baik dari pihak terlapor maupun pelapor. Hal ini dilakukan agar tak terjadi distorsi informasi.

“Kami akan klarifikasi dulu pihak terlapor dan pelapor. Nanti juga kami kaji di rapat pleno kabupaten,” ujarnya.

Seperti diketahui, relawan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla di Karanganyar berhasil menangkap tangan sejumlah orang diketahui tengah mengedarkan uang kepada masyarakat di Dusun Bendungan, Kaliboto, Mojogedang, Selasa (8/7) malam.

Uang berisi mulai Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu ini diberikan agar masyarakat memilih kandidat pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu, Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014.

 

Editor : Andi Penowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge