0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Tersangka Penjual Kunci Jawaban UN Sudah Bertahun-tahun Beraksi

()

Karanganyar — Terbongkarnya sindikat penjualan kunci jawaban Ujian Nasional (UN) sekaligus membongkar sindikat yang telah bertahun-tahun beraksi.

Menurut pengakuan salah satu tersangka, DW, dirinya juga menjual bocoran kunci jawaban pada UN tahun ajaran 2012/2013 dengan memanfaatkan jaringan alumni SMA di tempatnya mengajar. Oknum alumnus menawarkan nama-nama peserta UN yang potensial dijadikan korban berikutnya.

Kasat Reskrim Polres Karanganyar, AKP Agus Sulistianto mengatakan, pencarian terhadap H bakal menguak kasus yang diduga melibatkan oknum penyelenggara pendidikan tingkat nasional.‬

‪“Dari keterangan, bocoran kunci UN tahun 2013, akurasinya mencapai 80 persen. Sindikat ini beroperasi sampai ke wilayah Solo, Sragen, Karanganyar dan Boyolali,” kata Kasat.‬

‪Dalam gelar perkara, ditunjukkan barang bukti berupa sembilan paket bocoran kunci jawaban dengan masing-masing paket tersedia 20 pola yaitu Matematika, IPS, Sosiologi, Kimia. Kemudian Matematika serta IPA.‬

‪Selain memberlakukan wajib lapor kepada tersangka, penyidik juga memeriksa para peserta UN pembeli bocoran kunci jawaban. Sementara itu saat ditanya wartawan, dua oknum kepala sekolah yaitu YS dan MY diam seribu bahasa. Termasuk saat ditanya motifnya menjual bocoran kunci jawaban ke siswa.‬

‪Di sisi lain, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Karanganyar berhasil mengklarifikasi tiga peserta UN pembeli bocoran kunci jawaban. Berdasarkan pengakuannya, bocoran kunci jawaban belum sempat dinikmati.‬

‪“Pada hari pertama UN (14/4), mereka belum sempat memanfaatkan karena kunci jawaban yang dikirimkan pelaku melalui blackberry, gambarnya kabur. Lagipula HP tidak boleh dimasukkan ke kelas saat ujian berlangsung,” kata Sekretaris Disdikpora Karanganyar Agus Haryanto.‬

‪UN hari kedua (15/4), para pembeli soal ini gagal menerima kiriman bocoran jawaban UN karena pelaku terlanjur diringkus polisi. Identitas peserta UN pembeli bocoran ini terkuak setelah polisi menjebaknya dengan berpura-pura memberikan barang yang diinginkan, sesaat sebelum ujian jam kedua dimulai.

Editor : Abednego Afriadi

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge