0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Gara-Gara Cemburu, Sulastri Malah Jadi Korban KDRT

Ilustrasi penganiayaan (Dok.Timlo.net)

Sragen — Gara-gara cemburu melihat suaminya menelepon perempuan lain, Sulastri (51) warga Pilangrejo RT 11, Desa Genengduwur, Kecamatan Gemolong, Sragen malah menjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT yang dilakukan suaminya sendiri.

Sang suami Suyatman (47) seorang yang berprofesi sebagai perangkat desa tersebut akhirnya dilaporkan ke polisi karena telah melakukan penganiayaan.

Informasi yang dihimpun di Polres Sragen, Senin (7/10), peristiwa ini berwal ketika terlapor Suyatman pada Kamis (3/10) lalu menerima telepon dari seorang perempuan yang tidak dikenal melalui handphone. Waktu itu Sulastri sedang berada di dalam rumah dan mengamati gerak-gerik suaminya yang nampak mesra saat menerima telepon. Namun lama-kelamaan Sulastri tidak betah dengan ulah sang suami tesebut dan dibakar api cemburu.

Lantas Sulastri menghampiri suami dan menegur sambil berusaha merebut handphone dari tangan suaminya. Tetapi usaha Sulastri tidak berhasil. Sebaliknya tanpa disangka dan secara mendadak Suyatman malah memukul wajah Sulastri berulang-ulang dan menarik tangan sebelah kiri, sehingga wajahnya menjadi lebam dan terluka. Atas kejadian itu Sulastri lantas melaporkan Suyatman ke Polsek Gemolong.

Kasubag Humas Polres Sragen AKP Sri Wahyuni, membenarkan adanya lapoan KDRT yang dilakukan seorang perangkat desa di Kecamatan Gemolong. Sri menerangkan pemicu dri adanya KDRT tersebut adalah faktor cemburu karena terlapor menerima telepon dari perempuan lain.

“Terlapor marah karena handphonenya mau direbut korban. Kemudian terlapor memukuli wajah korban berulang-ulang dan menarik tangan sebelah kiri korban. Kasus ini sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sragen,” kata Sri Wahyuni mewakili Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge