0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebersamaan Umat Beragama dalam Perayaan Kelahiran Nabi Khongchu

Solo — Umat Khonghucu di Kota Solo sedang bersuka cita merayakan kelahiran Nabi Khongchu. Nabi yang lahir tanggal 27 Bulan 8 Imlek 551 SM tersebut merupakan panutan bagi umat Khonghucu di seluruh dunia.

Kegiatan diawali dengan membersihkan aula tempat peribadatan dan lingkungan sekitar yang merupakan salah satu syarat diadakannya perayaan tersebut. Usai melakukan hal itu, dilanjutkan dengan membersihkan patung Nabi Khongchu setinggi 3 meter yang berada tepat ditempat peribadatan. Setelah semua dirasa bersih, dilanjutkan dengan rangkaian acara yakni kirab Liong dan Barongsai mengitari sekitar Litang Gerbang Kebajikan yang terletak di Jalan Yap Tjwan Bing (Jagalan), Solo. Kebahagianpun terlihat, dengan banyaknya warga baik orang tua maupun anak-anak yang turut serta dalam perayaan tersebut.

“Kirab Liong dan Barongsai ini juga melibatkan masyarakat sekitar Klenteng / Litang untuk turut berpartisipasi. Bahkan, sejak seminggu yang lalu kita membersihkan kawasan Klenteng juga dibantu oleh para warga masyarakat. Inilah kebahagiaan dan akulturasi yang tercipta di hari kelahiran Nabi Khongchu, panutan kami para penganut agama Khonghucu” tutur Koordinator acara Kirab Liong & Barongsai, Adjie Chandra kepada wartawan, Senin (30/9) sore.

Diadakannya Kirab Liong dan Barongsai tersebut, jelas Adjie, merupakan sebuah ritual pembersihan dari aura-aura negatif sebelum diadakannya prosesi kirab sesajian yang akan diletakkan di Altar suci yang terletak di dalam Lithang. Dengan diadakannya prosesi tersebut diharapkan terlimpah berkah dan kedamaian diperayaan Nabi Khongcu ke-2564.

“Kami menerjunkan sebuah Liong dan empat buah Barongsai untuk melakukan kirab Nabi Khongcu. Harapannya agar terlimpat berkah dan kedamaian di diperayaan ulang tahun Nabi Khongchu ke-2564,” terang pria yang menjabat sebagai pengurus Majelis Agama Khonghucu Indonesia (Makin) Solo tersebut.

Ditambahkan Adjie, usai pelaksanaan kirab Liong dan Barongsai tersebut dilaksanakan Thiam Hio (Sujud dan doa bersama) setelah itu diisi dengan acara Liyuan (Doa Peneguhan). Uniknya acara pengukuan iman umat Khonghucu tersebut dibarengi dengan meminum Air Sidi (anggur) yang telah disucikan.

Rencanaya, pada pukul 23.00 WIB , diadakan prosesi kirab sesaji. Dalam kirab tersebut umat Khonghucu membawa beraneka macam buah-buahan, air teh, air putih, bunga dan sejumlah sesaji lain untuk diletakkan di atas Altar Nabi Khongchu.

“Nanti malam rencananya kita akan mengadakan kirab yang menempuh rute Jalan Yap Tjwan Bing (Jagalan — Red) menuju selatan, tembus ke Jalan Ir. Juanda. Diteruskan ke arah barat sampai ke pertigaan Purwodiningratan. Lalu ke utara menuju Jalan Mertolulutan dan kembali kedalam Litang untuk meletakkan sesaji yang telah dikirab tersebut,” pungkas Adjie.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge