0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diare Ancam Bayi dan Balita

Lomba bayi sehat (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Solo — Pakar Tumbuh Kembang Anak Prof Dr Harsono Salimo SpA (K) menandaskan bahwa diare masih menjadi ancaman penyakit bagi bayi dan balita.

“Angka kejadian penyakit diare di Indonesia masih sangat tinggi,” jelas Harsono, dokter spesialis anak kepada wartawan, di Solo, Senin (30/9).

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret itu mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2011, diare menjadi penyebab kematian 31,4% bayi berusia 29 hari hingga 11 bulan. Sekitar 162.000 balita meninggal akibat diare setiap tahun atau sekitar 460 balita per hari.

”Saat diare, cairan tubuh anak banyak yang terbuang, termasuk elektrolit yang penting menunjang fungsi tubuh. Akibat selanjutnya apabila tidak segera ditangani, banyak yang akhirnya menimbulkan kematian,” jelasnya.

Diare, menurut Harsono, terjadi ketika seorang anak mengalami buang air besar cair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya selama lebih dari tiga hari. Diare akut bila berlangsung hingga tujuh hari. Diare berlanjut bila dialami selama tujuh sampai kurang dari 14 hari. Apabila lebih dari 14 hari disebut diare persisten.

Menurut Harsono, dari hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) di Indonesia, diare merupakan penyebab kematian nomor dua pada balita, nomor tiga bagi pada bayi, dan nomor lima bagi semua umur. Setiap anak di Indonesia mengalami episode diare sebanyak 1,6 – 2 kali per tahun.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge