0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngemplang PBB, 5 Bayan Diproses di Kejaksaan

Sragen — Sebanyak 5 kepala dusun (Kadus) atau bayan diproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen karena mengemplang uang pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) senilai puluhan juta rupiah.

Kelima bayan tersebut masing-masing ada di Kecamatan Kalijambe, Masaran, Sidoharjo dan Kecamatan Sragen. Khusus Kecamatan Sragen terdapat dua bayan yang ada di Kelurahan Tangkil.

Pernyataan tersebut diungkapkan langsung oleh Bupati Sragen Agus Fatchur Rahman saat memberikan sambutan dalam pelantikan 16 kepala desa (Kades) di Pendopo Sumanegaran, Rumah Dinas Bupati Sragen, Senin (30/9).

Di sisi lain Agus menyatakan satu-satunya kecamatan yang telah menyelesaikan dan melunasi tunggakan PBB hingga 100 persen adalah Kecamatan Mondokan.

“Tunggakan PBB Sragen yang sudah lunas 100 persen adalah Kecamatan Mondokan. Sedangkan 5 bayan diproses di kejaksaan karena membawa uang PBB di atas Rp 100 juta,” kata Agus.

Kepala Inspektorat Kabupaten Sragen, Suharto ketika ditemui wartawan usai pelantikan mengatakan di luar kelima bayan atau petugas pemungut pajak tersebut masih ada bayan lain yang membawa uang PBB. Namun, Soeharto mengaku tidak hapal nama dan jumlah masing-masing uang PBB yang mereka bawa.

Hanya saja Suharto mengatakan, saat ini uang PBB yang masih ada di petugas pemungut dan tertahan di wajib pajak totalnya sekitar Rp 5,2 miliar.

“Sekarang besarnya tunggakan PBB yang masih ada sekitar Rp 5,2 miliar. Jumlah itu sebagian masih dibawa oleh petugas pemungut dan sebagian masih belum dibayar oleh wajib pajak,” katanya.




Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge