0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Karanganyar, Panwaslu Bantah Hilangkan Barang Bukti

(Ilustrasi) Pilkada (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Tuduhan penghilangan barang bukti berupa surat pernyataan pengakuan melakukan bagi-bagi uang dari oknum pelaku langsung dibantah Panwaslu Karanganyar.

Pejabat Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Panwaslu Karanganyar, Mustari, Senin (30/9) mengatakan, pihaknya tidak punya kepentingan apa-apa dalam kasus ini, Panwaslu tetap profesional menangani kasus dugaan money politics tersebut.

Mustari menambahkan, berdasarkan laporan yang tertulis dan ditandatangani pelapor, barang bukti yang diserahkan pihak pelapor ke Panwaslu hanya dua item yakni uang Rp 10 juta dan Ponsel. Sedangkan surat pernyataan yang dipersoalkan tersebut tidak ada, sehingga pihaknya tidak mengetahuinya.

“Kami berdasarkan apa yang tertulis dan disepakati bersama. Dalam laporan tertulis pelapor hanya menyerahkan barang bukti uang dan Ponsel dan surat serah terima barang bukti pun sudah ditandatangani pelapor, jadi kami tidak tahu menahu mengenai surat pernyataan tersebut karena tidak tertulis dalam bukti penyerahan barang bukti,” jelasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, Tim Advokasi pasangan Cabup-Cawabup Karanganyar Pasti, Slamet Mulyadi, mengaku kecewa atas keputusan Panwaslu yang menyatakan kasus dugaan money politics oknum kader PKS tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana pemilu. Pihaknya juga mempertanyakan hilangnya surat pernyataan pengakuan dari oknum tersebut. Padahal surat tersebut merupakan salah satu barang bukti yang diserahkan ke Panwaslu selain uang Rp 10 juta dan ponsel.

“Surat pernyataan tersebut adalah barang bukti penting kok bisa hilang, jangan-jangan sengaja dihilangkan,” ujarnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge