0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pilkada Karanganyar, Kasus Dugaan Money Politics Ditutup

Ketua Panwaslu Karanganyar, Dwi Joko Mulyono (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Karanganyar memutuskan menutup pengusutan kasus dugaan money politics yang dilaporkan tim sukses (Timses) pasangan calon bupati dan wakil bupati (Cabup-Cawabup) Paryono-Dyah Shintawati (Pasti) pekan lalu.

Ketua Panwaslu Karanganyar Dwi Joko Mulyono menyatakan, kasus tersebut dinilai tidak memenuhi unsur tindak pidana Pemilu. Pasalnya, oknum kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang dituding melakukan money politics tidak terbukti tengah membagi-bagikan uang untuk kepentingan Pilkada saat tertangkap.

“Kami sudah melakukan klarifikasi dengan terlapor, saksi, maupun pelapor. Berdasarkan hasil klarifikasi itu, kami menyimpulkan bahwa laporan itu tidak memenuhi unsur tindak pidana Pemilu,” tandas Joko saat dijumpai wartawan, Senin (30/9).

Berdasarkan hasil kajian tersebut, Panwaslu memutuskan menutup kasus dugaan politik uang yang dilakukan oknum yang mengaku sebagai Timses pasangan Juliyatmono dan Rohadi (YuRo) itu.

Panwaslu juga telah menyampaikan hasil klarifikasi itu kepada tim Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Karanganyar.

Sementara itu, Tim Advokasi Pasti, Slamet Mulyadi, mengaku kecewa atas keputusan Panwaslu yang menyatakan kasus dugaan money politics oknum kader PKS tersebut tidak memenuhi unsur tindak pidana Pemilu.

Slamet menegaskan pihaknya menuntut kasus politik uang itu diusut hingga tuntas. Jika Panwaslu memutuskan menutup kasus, pihaknya tak segan melapor ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge