0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kades Tolak Uji Coba Kartu Raskin Metode Penawaran

Camat Selogiri, Bambang Haryanto (dok.timlo.net/aris arianto)

Wonogiri — Kades Jatisari, Kecamatan Jatisrono, Wonogiri, Teguh Subroto menolak pelaksanaan uji coba penggunaan kartu Raskin metode penawaran. Dirinya beranggapan, metode tersebut justru membuat keresahan di mata masyarakat dan menyebabkan kewibawaan pemerintah desa turun.

Dalam Rakor Raskin di Ruang Humas Setda Wonogiri, Senin (30/9), Teguh mengatakan saat Raskin dikelola pihak pemenang lelang penawaran, kemungkinan besar muncul gejolak dari masyarakat. Di antaranya, soal pelunasan ongkos transportasi yang harus ditanggung RTS (Rumah Tangga Sasaran).

“Ketika masuk metode penawaran, akan ada tambahan ongkos transportasi beras yang dibebankan kepada warga saat sampai ke rumah yang bersangkutan. Nah, warga menolak adanya tambahan ongkos transportasi tersebut,” ujarnya.

Teguh selanjutnya menyatakan warga sempat memprotes rencana tersebut. Warga, menurutnya, mengkhawatirkan pemenang lelang akan ngoyak-oyak meminta tambahan ongkos saat beras tiba di rumah. “Kalau sudah begitu, warga akan menganggap pemerintah desa yang kurang becus, akibatnya kewibawaan pemerintah desa menjadi turun,” tambahnya.

Sementara itu Camat Selogiri, Bambang Haryanto menambahkan, dengan sistem lama saja, dimana masyarakat mendapatkan kupon dan mengambilnya sendiri ke kantor desa, sudah terjadi kerepotan. Terutama masih banyaknya warga yang tidak mendapatkan jatah Rraskin, sehingga terpaksa dilakukan kesepakatan pemerataan beras dengan cara dibagi rata.

“Tapi masih lebih baik sistem yang lama. Jadi pakai sistem lama saja, hanya datanya yang diperbarui, harus lebih akurat,” ujar Bambang.

Sebelumnya diberitakan, 31 desa di 8 kecamatan wilayah Wonogiri dijadikan lokasi uji coba penggunaan kartu Raskin metode penawaran. Rencananya, pelaksanaan uji coba dimulai bulan depan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge