0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jumat, Seluruh Putra-Putri PB XII Diundang ke Balaikota Solo

Dwitunggal Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, PB XIII Hangebhi Tedjowulan saat di Balaikota Surakarta, beberapa waktu lalu (dok.timlo.net/iwan kawul)

Solo — Setelah sempat tertunda beberapa pekan, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo akhirnya menentukan jadwal mediasi antar kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Rudy, sapaan Walikota Solo, mengundang semua kerabat keraton dari putra-putri Pakubuwono (PB) XII, termasuk Hangabehi atau PB XIII,  pada Jumat (4/10) besok di balaikota.

Undangan kepada putra-putri PB XII mulai diberikan pada hari ini. Selain 35 orang dari kalangan keraton plus Raja PB XIII dan Mahapatih KGPH Tedjowulan, Pemkot juga mengundang 2 orang budayawan Solo sebagai saksi atas pertemuan tersebut.

“Nanti sore untuk undangan kerabat keraton yang berdomisili di Solo sudah mulai kami kirimkan,” kata Rudy kepada wartawan, Senin (30/9).

Secara teknis, agenda pertemuan yang dimediasi oleh walikota tersebut membahas terkait upaya untuk mendudukkan lagi raja di singgasananya, yakni Sasana Sewaka. Sejak perselisihan di dalam tubuh keraton pasca rekonsiliasi tahun 2012 lalu, pb xiii tidak berada lagi di singgasananya.

Terkait rencana penyusunan kabinet dan lembaga-lembaga di dalam keraton, Rudy menyerahkan sepenuhnya pada PB XIII untuk menggunakan hak prerogratifnya. Peran Pemkot sendiri hanya terbatas pada upaya mendamaikan dua kubu keraton yang masih berseteru, yakni kubu pro rekonsiliasi dan kubu anti rekonsiliasi.

“Yang lain-lain terserah Sinuhun, itu kewenangan keraton,” tegasnya.

Hanya, dalam pertemuan mediasi tersebut tidak boleh diwakilkan. Bagi undangan yang tidak hadir dalam mediasi, harus mematuhi keputusan dalam pertemuan itu.

Rudy juga menegaskan, pertemuan mediasi antara kerabat keraton dengan raja PB XIII diupayakan selesai dalam sehari. Dalam pertemuan itu harapannya bisa membuat sebuah keputusan penyelesaian konflik di tubuh keraton.

“Jangan sampai ada deadlock. Bagi masyarakat, yang penting keraton itu ada rajanya. Raja bisa duduk di Singgasana,” ungkapnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge