0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Malam Ini, Cheng-Cheng Po di Wisma Seni TBJT

Film Cheng-Cneng Po diputar di Wisma Seni TBJT (dok.timlo.net/ist)

Solo — Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT) bekerjasama dengan Tumpi Readhouse akan menyelenggarakan pemutaran dan diskusi film dengan tajuk “Cheng-Cheng Po, Inspirasi Indonesia{, Senin (30/9) pukul 19.30 WIB – 22.00 WIB, di Ruang Kelas Wisma Seni, TBJT, Kentingan, Jebres, Solo.

Koordinator acara, Joko Narimo dalam rilis yang diterima Timlo.net, menyebutkan, nara sumber dalam acara ini di antaranya sutradara Ffilm Cheng-Cheng Po, BW Purbanegara dan Direktur Solo Mengajar, Yoga Gentur Jati.

Disebutkan, tujuan acara tersebut yakni menyebarkan inspirasi kepada khalayak luas untuk ikut serta turun tangan dalam mencerdaskan bangsa. “Empat film inspiratif akan diputar. Di antaranya film fiksi pendek besutan BW Purbanegara Cheng-Cheng Po dan Say Hello to Yellow, juga film dokumenter Gerakan Masyarakat Mengajar (produksi Solo Mengajar), dan Tanda Cinta untuk Indonesia (Produksi Tumpi Readhouse),” tambahnya .

Menurutnya, di tengah ketidakstabilan ekonomi, sosial dan budaya saat ini, mencerdasakan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab bersama. “Masyarakat harus ikut mengambil sikap dan tindakan sesuai dengan perannya, sehingga tidak serta merta melimpahkan kewajiban mendidik dan mengajar hanya kepada sekolah,” ujarnya.

BW Purbanegara, seorang sineas muda juga turut berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tentu dengan cara yang berbeda. Popo (panggilan akrab BW Purbanegara) selalu mengangkat tema-tema dengan muatan pendidikan dalam film garapannya. Film Cheng-Cheng Po dan Say Hello to Yellow mencoba mengangkat tema multikultur dan pendidikan dengan menggunakan sudut pandang anak-anak.

Peran serupa juga ditunjukkan oleh Solo Mengajar, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat khususnya pemuda untuk mengajar. Melalui film Gerakan Masyarakat Mengajar, dapat kita temukan berbagai cerita yang mampu menyalurkan energi positif dalam meraih cita-cita sehingga dapat membawa secercah cahaya di tengah remang dunia pendidikan.

Masih banyak generasi muda yang turun tangan turut membangun dan menentukan arah masa depan bangsa. Melalui Film “Tanda Cinta untuk Indonesia”, Tumpi Readhouse menceritakan bagaimana sebuah perpustakaan nirlaba yang dibangun oleh anak-anak muda di Dsa Pentur, Simo, Boyolali. Perpustakaan ini lahir karena keprihatinan atas minimnya akses baca untuk anak-anak di daerahnya. (*)



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge