0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

UMK Karanganyar Rp 1,2 Juta, Sejumlah Pengusaha Tak Setuju

Demo buruh di Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Usulan nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2014 senilai Rp1,2 juta ternyata tak disetujui oleh sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Karanganyar. Apindo meminta agar instansi terkait mengkaji ulang terkait Pasalnya, kondisi keuangan sebagian perusahaan di Bumi Intanpari tengah terpuruk.

Pernyataan ini dikemukakan Ketua Apindo Karanganyar, Edy Darmawan kepada wartawan, Minggu (29/9). Pihaknya telah melakukan pertemuan tripartit dengan perwakilan buruh dan instansi terkait untuk membahas nominal UMK Karanganyar 2014. Hingga sekarang, belum ada kesepakatan antara pihak pengusaha maupun buruh terkait nominal UMK Karanganyar 2014.

“Belum ada kesepakatan, nanti ada pertemuan lanjutan untuk membahas UMK tersebut. Kami juga mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang sedang ambruk,” katanya.

Menurut Edy, usulan UMK dari Dinas Sosial, Tenaga dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Karanganyar yang condong sekitar kurang lebih Rp1,2 belum dapat disetujui. Sebab, penetapan UMK harus melalui mekanisme yang disetujui oleh pengusaha maupun buruh. Karena itu, pihaknya meminta agar instansi terkait meninjau ulang usulan UMK tersebut. “Usulan UMK dari Dinsosnakertrans baru sepihak, harus ada mekanismenya dan ditetapkan oleh dewan pengupahan,” paparnya.

Saat ini, lanjutnya, penetapan UMK harus mempertimbangkan kondisi keuangan perusahaan yang terpuruk lantaran kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Belum lagi, kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebanyak empat kali dan anjloknya nilai tukar rupiah hingga Rp11.000.

Maka dari itu, pembahasan UMK Karanganyar harus mempertimbangkan kondisi pengusaha maupun buruh. Nominal UMK harus disetujui oleh kedua belah pihak sebelum diusulkan ke Dewan Pengupahan Provinsi Jateng. “Kami juga tak setuju dengan upah murah bagi buruh, tapi juga harus dipertimbangkan yang berdampak pada kondisi keuangan perusahaan,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge