0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tol Soker, Pembebasan Tanah di Karanganyar Baru 73,8 %

Pembangunan Tol Solo-Kertosono yang melintas di wilayah Kabupaten Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar —  Pemkab Karanganyar telah melayangkan surat kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Pembangunan Jalan Tol Solo Mantingan I. Surat itu berisi permohonan reappraisal atau peninjauan kembali nilai ganti rugi pembebasan proyek Tol Solo-Kertosono (Soker).

“Kami sudah melayangkan permohonan reappraisal kepada PPK Proyek Jalan Tol Solo Mantingan I seminggu lalu, namun hingga kini belum mendapat jawaban,” kata Asisten Pemerintahan Sekda Karanganyar Any Indrihastuti di sela-sela acara pencanangan pembangunan atau groundbreaking jalan Tol Solo-Mantingan, Ngawi di Desa Kemiri, Kecamatan Kebakkramat, baru-baru ini.

Any yang juga menjadi Wakil Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Bagi Pelaksanaan Pembangunan Untuk Kepentingan Umum Kabupaten Karanganyar mengungkapkan, bila sampai saat ini proses pembebasan lahan di Karanganyar sudah mencapai 73,8%. Saat ini Pemkab Karanganyar juga masih menunggu jawaban surat tersebut, apakah akan disetujui atau tidak.

Di Kabupaten Karanganyar, terdapat 1.465 bidang tanah dengan luasan 1.186.353 m2 yang terkena proyek pembangunan jalan Tol Soker.

Bidang tanah itu berada di sembilan desa di tiga kecamatan. Yakni di Desa Klodran dan Ngasem, Kecamatan Colomadu, Desa Wonorejo, Jatikuwung, Jeruksawit dan Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, serta Desa Kemiri, Kebak dan Waru, Kecamatan Kebakkramat.

Berdasar data Badan Pertanahan Nasional Karanganyar (BPN) pertanggal 15 April 2013, sebanyak 1.024 bidang tanah telah dibebaskan dan dibayar ganti ruginya, dengan luasan 767,825 m2. Sementara 442 bidang yang belum bisa dibebaskan dan dibayar ganti ruginya seluas 418.950 m2. Total uang ganti rugi (UGR) yang telah dibayarkan adalah Rp 223,930 miliar.

Rincian tanah yang belum bisa dibebaskan adalah di Desa Wonorejo (36 bidang), Jeruksawit (70), Jatikuwung (50) dan Karangturi (50). Lalu Desa Waru (30), Kebak (58) dan Kemiri (112). Kemudian Desa Klodran (5) dan Ngasem (31). Bidang tanah yang belum bisa dibebaskan paling luas di Jeruksawit seluas 113.605 m2, dan paling sedikit di Klodran dengan luasan 2.095 m2.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge