0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pranoto Ciptakan Penyaring Air dari Logam Berat dengan Bahan Alami

Pranoto, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menciptakan karya penyaring air dari logam berat dengan bahan alami. (Dok.Timlo.net/ Tyo Eka)

Solo — Pranoto, dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengatahuan Alam Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menciptakan karya penyaring air dari logam berat dengan bahan alami. Karya tersebut itu pulalah yang menghantarnya meraih gelar doktor.

Pranoto mengatakan bahwa pada dasarnya alat penyaring air itu memanfaatkan bahan alofan alam yang telah diaktivasi efektif sebagai adsorben yang dapat dimanfaatkan dalam pengolahan air sungai menjadi layak air minum.

“Absorben alofan yang dimaksud adalah lempung,” ujar Pranoto saat bertemu Timlo.net di Kantor Humas UNS, Kampus Kentingan, Jebres, Solo.

Dengan memanfaatkan bahan zat kimia alami berupa lempung yang diambil dari gunung yang sudah tidak aktif, Pranoto menemukan cara memfilter air dari logam berat sehingga menyaring air yang keruh menjadi air jernih dan layak minum.

Bentuk alatnya, menurut Pranoto, relatif. Bisa dari pipa, tetapi bisa juga dibuat dari bambu yang nantinya diberi ijuk, alofan, arang batok serta tempat air untuk masuk dan keluar. Air yang disaring lewat lempung itu dijamin bersih.

“Bahan lempung vulkanik yang paling baik diambil dari gunung dengan ketinggian 1.000 – 3.000 di atas permukaan laut. Kalau di Jawa bisa diambil dari gunung seperti Galunggung (Jawa Barat), Slamet, Lawu dan Sindoro  (Jawa Tengah) atau Wilis (Jawa Timur),” jelasnya.

Alat berbahan adsorben alofan yang kini sedang didaftarkan untuk mendapatkan hak paten, menurut Pranoto, juga efektif dan efisien untuk mengolah limbah yang ada dalam air.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge