0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Glageban Ngejazz, ‘Mbah Mbah’ Sahita Malah Bikin Ngakak

Kelompok Sahita tampil di Solo City Jazz 2013. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Perpaduan irama antara musik jazz dan musik daerah diusung kelompok Sahita dalam gelaran Solo City Jazz 2013 di Benteng Vastenburg Solo, Sabtu (28/9) malam. Sebut saja lagu Tul Jaenak dan Apuse.

Selain lagu daerah, dengan bermake-up kharakter nenek-nenek, para personel Sahita, Wahyu Widayati (Inonk), Sri Setyoasih (Ting Tong), Sri Lestari (Cempluk) dan Atik Kenconosari (Atik) ini juga mengusung lagu-lagu berlirik Latin yang dikolaborasikan dengan lirik-lirik bahasa Jawa, seperti lagu berjudul Volare yang dipopolerkan Gypsi King tiba-tiba terkesan nyeleneh lantaran diplesetkan menjadi lirik Nasi Goreng.

“Ini kan SCJ jadi kita harus kreatif donk,” ucap salah seorang personel Sahita, Sri Lestari.

Saat terlibat dalam perhelatan agenda Pemkot Solo ini, wanita manis yang akrab dipanggil Cempluk ini, mengaku cukup stres. Lha bagaimana tidak? Mereka yang terbiasa dengan lagu daerah, tiba-tiba harus menyesuaikannya dengan konsep sajian musik jazz. Tak ayal lagi, Cempluk dkk pun harus mengubah konsep pertunjukan yang selama ini mereka pakai sebagai acuan.

“Stres sebab selama ini tidak pernah ada musik jazz dalam penampilan kami. Kami sempat glageban juga dengan konsep yang kami usung seperti apa. Sehingga kami mencampurnya berbagai lirik lagu latin dengan lagu Jawa. Untungnya penonton pada ketawa, padahal kami tidak menyangka akan seperti itu,” ungkap Cempluk.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge