0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ini Dia, Batik Terpanjang di Indonesia

Batik panjang dibentangkan di CFD. (Dok.Timlo.net/ Achmad Khalik)

Solo — Bentangan kain jarik batik sepanjang 4100 meter menghiasi Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (29/9). Kain batik beraneka motif yang disambung menjadi satu tersebut, membentang mulai dari pertigaan Sriwedari hingga ke perempatan Gladag.

Ketua Yayasan Pendidikan Batik dan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik Surakarta, Solichul Hadi A Bakri mengatakan, pembentangan kain di Jalan Slamet Riyadi tersebut dalam rangka Milad SMA Batik 1 Solo ke-56. Disamping itu juga untuk memperingati hari batik dunia yang jatuh pada tanggal 2 Oktober nanti.

“Acara ini diadakan dalam rangka 56 tahun SMA 1 Batik Surakarta. Disamping itu juga untuk memperingati hari batik yang telah ditetapkan Unesco tanggal 2 Oktober,” terangnya kepada wartawan.

Dijelaskan Sholichul, kain batik yang disambung tersebut awalnya mempunyai panjang 9000 meter. Namun, kapasitas panjang area CFD yang ada tidak dapat menampung panjang kain tersebut. Sehingga pihaknya memutuskan untuk memotong sampai batas panjang area CFD yakni sekitar, 4,2 km.

“Awalnya sampai 9000 meter. Namun, setelah kita mengadakan koordinasi kita memotong kain tersebut menjadi 4100 meter. Sebenarnya sisanya ingin kita lilitkan di sekitaran Purwosari atau di Gladag, namun karena dinilai mengganggu kelancaran arus lalu lintas maka kita urungkan niat tersebut,” tandasnya.

Bentangan kain jarik terpanjang tersebut juga tercatat dalam pemecahan Museum Rekor Indonesia (Muri). Melalui Manager Muri, Sri Widayati yang mewakili Ketua Muri, Jaya Suprana, dirinya menyerahkan piagam penghargaan pemecahan rekor pembentangan kain jarik batik terpangjang di seluruh Indonesia bahkan di dunia.

“Kami memberikan penghargaan dengan kategori pembentangan kain jarik batik terpanjang di Indonesia, bahkan dunia dengan nomor 6153,” terangnya.

Sementara itu, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengapresiasi upaya yang telah dilakukan tersebut. Disamping itu, melalui pemecahan rekor Muri tersebut menunjukkan bahwa Kota Solo layak dijadikan sebagai ibukota batik.

“Melalui ini kita tunjukkan, bahwa Solo sebagai salah satu Kota Budaya mampu menjadi sentra industri batik. Mengingat di Kota Solo terdapat ribuan motif batik, mulai dari parang, truntun dan masih banyak yang lain,” terang Rudy.

Pemecahan rekor kain jarik terpanjang tersebut diikuti oleh ribuan masyarakat baik dari pihak intern yayasan maupun warga Kota Solo.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge