0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lamb Pistachio, Sensasinya ‘Nendang’ di Lidah

LAMB PISTACHIO-Chef Novotel, Lilis Wahyudi menunjukkan menu ala Western, Lamb Pistachio (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo Lamb Pistachio, ya, dari namanya saja Anda pasti sudah bisa menebak bahwa sajian yang satu ini merupakan kuliner khas Western. Meski begitu, jenis menu ini memiliki komposisi rasa yang sesuai dan bisa diterima lidah lokal lho.

Tak sulit menemukan Lamb Pistachio di Kota Solo. Salah satu tempat yang siap menyajikan kuliner tersebut, yakni Novotel. Ya, hotel berbintang empat ini memang mencoba melengkapi varian menunya dengan berbagai kuliner ala Western.

Di hotel jaringan Accor itu, lamb atau daging kambing yang diolah adalah Australian lamb chop yang diambil dari iga kemudian dibumbui mustard, black pepper dan garam. Selanjutnya di-grilled untuk memunculkan aroma wangi dari daging tersebut.

Menariknya dari menu ini, yakni Pistachio atau lebih dikenal dengan kacang impor dari Perancis. Kacang spesial tersebut merupakan komposisi utama yang digunakan untuk membungkus iga panggang.

Dalam menu ini, iga panggang disajikan dengan polenta dan rattatoulle. Polenta digunakan sebagai pengganti nasi dan berasal dari menir jagung yang dihaluskan kemudian diolah dengan krim dan parmesan cheese.

Sedangkan rattatoulle yang merupakan mix vegetables, terdiri dari zukini, mushroom, paprika, terong dan onion dimasak dengan tomato sauce. Dilengkapi dengan garnis porchini dan mushroom sauce, menu ini mampu memberikan sensasi rasa yang ‘nendang’ di lidah.

Chef Novotel, Lilis Wahyudi, mengatakan jika disajikan Lamb Pistachio terlihat seperti menu ringan, namun dari komposisi yang telah dipadukan menu tersebut cukup sesuai untuk hidangan makan siang maupun malam.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge