0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Iming-iming Kerja Luar Kota, Ternyata Mau Dijadikan PSK

Timlo.net — Perdagangan anak-anak di bawah umur semakin marak, modusnya adalah iming-iming tawaran kerja di luar kota atau daerah terutama kepada anak perempuan baru gede dengan gaji yang menggiurkan. Namun, nyatanya mereka dijual untuk dijadikan wanita penghibur para hidung belang.

Upi (17), anak baru gede atau ABG asal Bogor itu dijanjikan akan dipekerjakan di Nabire, Papua. Gadis itu kemudian dijemput oleh Ria dan Edy di kawasan Pabuaran, Cilendek Timur, Bogor Barat, dan dibawa ke Bekasi (tempat penampungan) sebelum diberangkatkan ke Papua menggunakan kapal laut.

Upi diiming-imingi dibelikan barang-barang perlengkapan kecantikan dan pakaian senilai Rp 1,5 juta. Namun, ayah Upi, Uday Suherman (39) curiga dan melapor ke kepolisian bahwa anak gadisnya akan dipekerjakan di Nabire.

Berdasarkan laporan tersebut tiga pelaku yang diduga menjadi anggota penjualan gadis ABG asal Bogor dibekuk jajaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Kota. Ketiga pelaku tersebut yakni Satria alias Ria (23), Edy Machaly (40), warga Nabire, Papua yang bertindak sebagai (mami dan papi) dan Siska Anastasia (19) bertugas sebagai perekrut

“Tersangka kami tangkap karena diduga kerap melakukan penjualan wanita asal Bogor di bawah umur dengan modus akan dipekerjakan sebagai wanita penghibur atau penjaja seks komersial (PSK) di Nabire, Papua,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor Kota, Ajun Komisaris Condro Sasongko, demikian dilansir Antara, Sabtu (28/9).

“Para ABG itu juga dibuatkan KTP dengan alamat baru di Bekasi dan umurnya dituakan dengan biaya Rp 300 ribu, sebelum diberangkatkan ke Nabire,” katanya.

Sementara itu, petugas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease juga berhasil menggagalkan upaya perdagangan enam perempuan di atas kapal Ngapulu yang sedang berlabuh di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon awal September ini. Dua dari enam korban di antaranya berusia di bawah umur.

Keenam gadis ini berasal dari Mandonga, Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka sedianya akan dibawa ke Fak-Fak, Provinsi Papua Barat, untuk dijadikan pekerja kafe. Dalam kasus ini polisi membekuk seorang pelaku yang membawa keenam remaja tersebut.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge