0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Perpecahan di tubuh Kamar Dagang Industri (Kadin)

Rapimnas Kadin Tandingan Munculkan 4 Nama Calon Ketum

Timlo.net — Perpecahan di tubuh Kamar Dagang Industri (Kadin) semakin nampak ke permukaan. Kadin tandingan yang menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) di Bali menghasilkan empat nama untuk dinominasikan sebagai calon ketua umum.

Kadin kubu Oesman Sapta ini mengklaim telah melengserkan Suryo Bambang Sulisto dari kursi ketua umum. Sebaliknya, pernyataan tersebut langsung dibantah Suryo yang mengklaim masih memiliki legalitas sebagai ketua umum.

Dalam rapimnas Kadin tandingan di Bali, muncul empat nama calon ketua umum yakni Anindya Bakrie, Sandiaga Uno, Chris Canter dan Wisnu Wardana. “Keempat nama itu merupakan aspirasi dari daerah,” kata Ketua Organizing Committee (OC) Azwir Dainy Tara di Kuta, Bali, Sabtu (28/9).

Menurutnya, keempat nama calon ketum itu merupakan representasi tokoh muda dan memiliki kualitas pemimpin yang dibutuhkan bagi Kadin saat ini.

Azwir mengatakan, lemahnya kepemimpinan Suryo Bambang Sulisto membuat peran Kadin nyaris tenggelam dan jarang dilibatkan dalam kegiatan strategis, seperti sidang kabinet, kunjungan negara hingga forum KTT APEC Oktober mendatang.

Rapimnas juga berhasil memilih Rizal Ramli sebagai ketua umum sementara (caretaker) Kadin yang bertugas menyiapkan Munas VII yang rencananya digelar di Jakarta, pertengahan Oktober mendatang.

Dalam kesempatan itu, Rizal Ramli mengatakan siap ikut membenahi Kadin ke depan. “Kalangan bisnis yang harus berpengaruh, jangan makin lama makin memble dan jadi alat yang berkuasa,” katanya.

Sebelumnya, pernyataan yang menyebutkan bahwa ketua umum kamar Dagang dan Industri (Kadin) Suryo Bambang Sulisto telah dilengserkan dari jabatannya, langsung dibantah. Suryo yang dihubungi wartawan mengaku masih memiliki legalitas secara hukum dan diakui pemerintah, sebagai orang nomor satu di Kadin.

“Legitimasi masih di tangan saya, jadi tidak benar itu (kabar soal pelengseran),” ujar Suryo kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Dia menegaskan bahwa rapimnas yang digelar di Bali tidak sah. Sebab, orang-orang yang menggelar rapimnas adalah orang yang sudah dipecat dari kepengurusan Kadin. “Oesman Sapta dan beberapa ketua Kadin daerah sudah kita pecat (dari Kadin),” tegas Suryo.

Suryo menegaskan, pemecatan terhadap Oesman Sapta dan 9 ketua Kadin daerah atas desakan dari 24 ketua Kadin daerah. Dia diminta mengambil sikap tegas karena Oesman Sapta dan 9 ketua Kadin daerah telah melanggar aturan yang ada.

Menurutnya, isu itu sengaja dihembuskan oleh orang-orang yang tidak suka dengan kepemimpinannya. Dia tidak membantah jika muncul anggapan bahwa ada pihak-pihak yang berambisi untuk duduk di kursi orang nomor satu di Kadin. “Ya bisa saja ada ambisi itu,” katanya.

Saat ini, Kadin kubu Oesman Sapta tengah menggelar rapimnas di Bali yang akan memilih ketua umum Kadin yang baru. Suryo menegaskan bahwa rapimnas tersebut tidak punya dasar hukum, sehingga tidak sah. “Tidak bisa ada Kadin tandingan,” singkatnya. (im)

Sumber: Merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge