0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bayi Kembar Parasit, Biaya Perawatan Ginan Sangat Besar

Bayi kembar siam (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Operasi pemisahan dan perawatan Ginan Septian Nugraha, si bayi kembar parasit dipastikan akan menelan biaya besar. Orangtua Ginan yang tergolong tidak mampu pasti membutuhkan uluran tangan dan bentuk perhatian pemerintah daerah.

Tapi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyatakan kesiapannya untuk membantu kekurangan biaya bayi. Melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility) RSHS Bandung, Ginan akan dicover pembiayaannya. Menurut Dirut RS Hasan Sadikin (RSHS) Bayu Wahyudi subsidi yang diambil dari CSR pernah dilakukan beberapa kali.

“Untuk pasien yang tidak tercover pemerintah, kita biasanya memanfaatkan CSR, tahun lalu kita menyalurkan Rp 40 miliar untuk pasien tidak mampu,” katanya, Sabtu (28/9).

Meski demikian, dia berharap pemerintah daerah Kabupaten Bandung Barat bisa lebih memberikan bantuan terhadap bayi yang baru saja dilakukan operasi pemisahan. Saat ini Ginan menggunakan fasilitas Jampersal (jaminan persalinan) di mana itu akan mengcover selama 28 hari.

Jika masa berlaku Jampersal selesai biaya akan ditanggung Jamkesmas atau Jamkesda. Itu tergantung orangtua Ginan memiliki asuransi kesehatan yang mana. “Untuk Jamkesda akan ada kuota, sehingga tidak sepenuhnya ditanggung,” paparnya.

Dia mengaku, kondisi Ginan yang diperparah dengan kembar parasitnya harus segera dilakukan operasi pemisahan. “Kita selalu menerapkan kesehatan Anda, prioritas kami,” terangnya.

Kini Ginan masih harus dirawat intensif di RSHS Bandung. Kemungkinan operasi penyempurnaan akan dilakukan agar benar-benar pulih. Aep Supriatna (36) orangtua Ginan, mengaku bahwa untuk biaya perawatan Ginan ada yang menanggung. Yang diketahuinya saat ini Jampersal mengcover pembiayaannya.

“Katanya untuk biaya ada yang bantu,” terang Aep yang kesehariannya hanya berjualan es keliling. [hhw]

Sumber: merdeka.com

 



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge