0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jadi Kota Inklusi, Solo Kekurangan Guru Pembimbing ABK

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Etty Retnowati (dok.timlo.net/dhefi)

Solo —  Seiring dengan dicanangkannya Solo sebagai Kota Inklusi bagi kaum difabel, ternyata jumlah guru pembimbing bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) masih jauh kurang dari yang diharapkan. Pemkot baru menyusun pemetaan keberadaan ABK berdasarkan wilayah di masing-masing kecamatan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Solo, Etty Retnowati mengakui, tenaga pembimbing bagi siswa ABK di sekolah inklusi yang ada di Kota Solo saat ini masih minim. Jumlah antara tenaga pendidik tidak sebanding dengan siswa ABK yang ada di sekolah inklusi.

“Harusnya kan jumlah pendidik dengan jumlah siswa 1:1. Tapi persoalannya kan saat ini belum bisa memenuhi. Paling-paling satu sekolah baru punya guru pebimbing 1 sampai 4 saja,” katanya kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Persoalan lain yang dihadapi, hingga kini Pemkot belum bisa membuka rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) untuk mengisi kekurangan guru pembimbing ABK lantaran masih terkendala dengan mekanisme perekrutan. Pihaknya masih mencari solusi alternatif terbaik untuk mengatasinya.

Dari data Disdikpora, jumlah siswa ABK yang belajar di sekolah inklusi sebanyak 276 anak. Mereka tersebar di 7 SD, 2 SMP, 2 SMA dan 2 SMK yang tersebar di kota Solo. Sedangkan jumlah siswa yang belajar di SLB Kota Solo berjumlah 1.214 siswa.

Dari hasil pemetaan jumlah siswa ABK, akan dicari solusi penyelesaiannya. “Dengan jumlah pemetaan nanti, kami belum tahu apakah anak-anak bisa belajar di sekolah inklusi atau di SLB,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge