0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mendagri Dibully, Staf Khususnya Ngamuk di Twitter

Twitter Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Umar Syahdat (dok.timlo.net/twitter)

Timlo.net — Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Umar Syahdat mengamuk di jejaring sosial Twitter. Dia mengoceh di akun twitternya lantaran marah karena Mendagri Gamawan Fauzi di-bully habis-habisan lantaran ikut mengomentari tentang Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli.

“Saya bela mendagri karena statement mendagri benar karena sesuai dengan UU Otda. Lebih baik, baca dulu UU Otda baru bicara,” kata Umar di akun twitter pribadinya @Umar_Hasibuan, Sabtu (28/9).

Umar menilai apa yang telah disampaikan oleh Gamawan Fauzi tak ada yang menyalahkan pendapat dari Joko Widodo ( Jokowi ) dan Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) tentang Lurah Susan. Hanya saja, masyarakat keburu menilai miring pernyataan mendagri.

“Padahal yang disampaikan mendagri tak ada yang salahkan Jokowi-Ahok. Tapi karena kalian sudah anggap mendagri salah, apapun yang benar disampaikan mendagri tetap salah,” lanjutnya.

“Apapun yang keluar dari mulut Ahok dan Jokowi sudah pasti benar semua menurut kalian. Jadi tak ada guna lagi berdebat dan diskusi,” kicaunya lagi.

Sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi meminta kebijaksanaan Jokowi untuk menempatkan lurah sesuai dengan kultur dan budaya daerah.

“Pak Gubernur tidak salah menempatkan itu, tidak ada undang-undang yang terlanggar. Tapi akan lebih bijak lagi, kalau Susan ditempatkan yang di daerah non muslim juga. Artinya aspirasi masyarakat terpenuhi,” ujar Gamawan.

Menanggapi hal itu, Jokowi mengatakan tidak akan menuruti saran Gamawan yang meminta dirinya mengevaluasi Lurah Susan saat ini, walaupun sang lurah terus di demo warganya.

“Oh enggak (sekarang), enam bulan menjabat baru dievaluasi. Karena kalau setiap demo saya evaluasi, demo evaluasi, semua nanti demo minta ganti lurah dan camat, repot saya,” tegas Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (27/9).

Selain itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) juga marah atas pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi yang meminta untuk mempertimbangkan kembali Susan Jasmine Zulkifli sebagai lurah Lenteng Agung. Pernyataan Mendagri itu muncul setelah lurah Lenteng Agung didemo oleh warganya.

“Bilang sama Mendagri, kami jadi gubernur dan wakil gubernur cuma dipilih 52,7 persen warga DKI. Berarti Pak Fauzi Bowo didukung oleh penduduk yang kalau ditotal secara jumlah proporsi hampir 4 juta lebih orang Jakarta yang tidak suka sama kami, tidak pilih kami,” katanya di sela-sela acara Apel Besar Satgas Banjir dan Satgas Jalan Rusak di Monas, Jakarta, Jumat (27/9). [tyo]

Sumber: merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge