0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rumah Arca Boyolali Sudah Overload

Rumah Arca Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Ratusan arca yang ada di Rumah Arca, Taman Sonokridanggo, Boyolali terancam rusak. Pasalnya perawatan yang dilakukan tidak sesuai standar, mestinya arca-arca tersebut dirawat menggunakan bahan kimia atau konservasi kimia untuk membersihkan. Hanya saja, untuk perawatan saat ini petugas hanya menggunkan air biasa dan dibersihkan dengan cara disikat dan dilap.

Dijelaskan petugas Rumah Arca Taman Kota Sonokridanggo, Iskandar, penggunaan bahan kimia untuk membersihkan arca membuat arca lebih awet dan terhindar dari jamur dan gripis. Biasanya, jamur yang dapat menempel di arca yang lama kelamaan menyebabkan kerusakan. Sementara ironisnya lagi, konservasi dengan bahan kimia terhadap ratusan arca terakhir dilakukan sekitar enam tahun lalu.

“Terakhir enam tahun lalu dibersihkan, setelah itu hanya menggunakan air hingga saat ini,” tandas Iskandar, Jumat (27/9).

Sementara, konservasi idealnya dilakukan lima tahun sekali. Konservasi dilakukan langsung tim ahli dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Sehingga, tidak sembarangan orang dapat melakukan hal tersebut. Selain memerlukan konservasi kimia, Rumah Arca di Sonokridanggo diakui mulai overload. Sebab dengan ukuran sekitar 144 meter persegi, terdapat sekitar 225 arca purbakala yang tersimpan.

Arca-arca itu berasal dari seluruh Kecamatan di Boyolali. Rata-rata arca merupakan peninggalan zaman Hindu dan Budha atau berumur sekitar 700 tahun yang lalu. Sehingga diperlukan gedung yang lebih representatif. Terlebih di sejumlah tempat masih ada benda purbakala yang belum dipindah karena sesuatu hal. Seperti di Kecamatan Musuk, Banyudono, Sawit dan Ampel. Salah satu tempat yang dinilai representatif menampung arca yang ditemukan dan telah diiventarisasi adalah Gedung Kapujanggan yang masuk dalam Situs Pengging.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge