0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besaran UMK Solo Belum Ada Kesepahaman antara Buruh dan Pengusaha

Ilustrasi uang (dok.timlo.net/agung)

Solo –- Pembahasan mengenai besaran Upah Minimum Kota (UMK) Solo tahun 2014 berjalan cukup alot. Hingga kini, belum ada kesepahaman besaran UMK dari kalangan pengusaha dan kalangan buruh.

Dari kalangan serikat buruh, usulan UMK sebesar Rp 1.282.620 perbulan. Angka tersebut diperhitungkan berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL) bulan desember tahun ini.

“Jika mengacu pada kondisi saat ini, upah buruh tidak cukup di tahun depan. Survei tersebut berdasarkan KHL Desember 2013 dan inflasi sebesar 12,57 persen,” kata Wakil Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kota Solo, Wahyu Rahadi kepada wartawan, Jumat (27/9).

Jika dibandingkan dengan UMK 2013 sebesar Rp 915.000, usulan UMK tahun depan naik sebesar 40 persen. Pihaknya mempertimbangkan kenaikan inflasi sebagai akibat dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

“Jika usulan itu tidak terealisasi, kami khawatir masyarakat akan kehilangan daya beli,” terangnya.

Pandangan berbeda muncul dari kalangan pengusaha. Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Solo, Wahyu Hariyanto mengungkapkan bahwa usulan dari kalangan buruh dirasa memberatkan pengusaha.

Nilai usulan UMK yang diusulkan oleh kalangan buruh dinilai terlalu berlebihan. Sebab, ada sejumlah parameter yang dinilai kurang relevan dengan besaran KHL.

“Jika harus ditambah dengan besaran inflasi, jelas pengusaha tidak mampu. Yang jadi acuan KHL harusnya dihitung dari Januari sampai September, diluar Hari Raya Idul Fitri,” ungkapnya.

Selama ini, kalangan pengusaha mengusulkan besaran UMK Solo 2014 sebesar Rp 1.023.000. Angka tersebut diklaim sudah layak dan sudah sesuai dengan besaran KHL.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge