0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pattiro: Layanan Pendidikan dan Adminduk Solo Buruk

Koordinator Survei CLem Pattiro, Tiyas Nur Haryani saat menyampaikan hasil survei kepuasan penyelenggaran layanan publik (dok.timlo.net/daryono)

Solo —  Dua sektor utama layanan publik di Solo yaitu pendidikan dan administrasi kependudukan (Adminduk) dinilai masih buruk dalam hal pelayanan kepada masyarakat. Sementara, sektor kesehatan dinilai baik dari sisi kinerja meskipun masih terdapat banyak pengaduan dari masyarakat.

Hal tersebut merupakan hasil penelitian atas pelayanan publik yang bertajuk Community Led Monitoring (CLeM) yang dilakukan Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Solo. Penelitian tersebut dilakukan Juni-Juli 2013 dengan melibatkan 150 responden di masing-masing sektor layanan.

Koordinator Survei CLeM Pattiro, Tiyas Nur Handayani mengatakan berdasarkan survei yang dilakukan, sektor pendidikan dan sektor adminduk dinilai masih buruk terkait kinerja dan kepuasan warga. Penilaian itu lantaran masih belum adanya ketersediaan kebijakan atau praktik pelayanan bagi kelompok berkebutuhan khusus seperti wanita hamil, lansia dan difabel.

“Selain itu, belum adanya maklumat layanan, ketiadaan sistem penanganan pengaduan masyarakat, kurangnya informasi kepada publik dan ketiadaan ruang partisipasi dalam penyelenggaraan layanan juga menjadi faktor yang menyebabkan sektor pendidikan masih buruk,” jelasnya saat jumpa pers, Jumat (27/9).

Sedangkan sektor Adminduk, lanjut Tiyas, dinilai masih buruk lantaran masih kurangnya fasilitas, belum tersedianya akses dan pelayanan bagi yang berkebutuhan khusus, rendahnya akses informasi warga dan masih belum adanya kebijakan maupun sistem pengelolaan pengaduan masyarakat.

Di sisi lain, meski mendapat penilaian baik, sektor kesehatan masih memiliki sejumlah catatan besar terkait penyelenggaran pelayanan antaralain menyangkut belum adanya kebijakan yang menyangkut kelompok berkebutuhan khusus dan masih adanya diskriminasi dalam pelayanan.

“Skor sektor kesehatan ini sebenarnya hanya selisih dua point dari dua sektor yang nilainya buruk. Penilaian kinerja menjadi aspek yang ikut mendongkrak nilai sektor kesehatan meski dari segi kepuasan masih banyak aduan. Dari pos pengaduan yang kami buat, sektor kesehatan juga masih yang paling besar mendapat pengaduan,” bebernya.

Sementara, Direktur Pattiro, Andwy Joko Mulyanto mengungkapkan, dalam mendorong pelayanan publik yang lebih baik, selain menggelar survei, pihaknya juga melakukan pos pengaduan keliling. Pos pengaduan yang dimulai akhir 2012 itu telah menampung 1247 pengaduan. 46,5 persen adalah dari perempuan dengan rata-rata umur 37-46 tahun.

“Keluhan terbesar pada sikap petugas dan waktu pelayanan. Sedangkan urutan sektor yang dikeluhkan antaralain sektor layanan kesehatan, masalah sampah, kemacetan. Jadi meski hasil surveinya berkategori baik, pengaduan menyangkut layanan kesehatan menempati urutan terbanyak,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge