0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

2014, Limbah Sampah Putri Cempo Mulai Diolah

TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo (Dok.Timlo.net/Daryono)

Solo —  Solusi penanganan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo sudah terpecahkan. Pemkot Solo telah mendapatkan solusi untuk mengolah limbah sampah yang akan diterapkan pada tahun 2014 mendatang.

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menjelaskan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah memberikan rekomendasi pada Pemkot untuk membangun alat pengolah limbah sampah.

Pembangunan alat pengolah sampah tersebut dibiayai melalui APBN. “Rekomendasi sudah ada, tinggal menyiapkan perangkat untuk proses lelang. Pengolahan sampahnya menggunakan sistem insenerator,” kata Rudy, sapaan Walikota Solo kepada wartawan, Jumat (27/9).

Teknologi Insenerator merupakan teknologi pengolahan limbah sampah dengan sistem pembakaran. Kalor yang dihasilkan dari pembakaran sampah ini bisa ditransformasikan menjadi energi listrik.

Dengan dipilihnya sistem Insenerator ini, berarti menggugurkan dua opsi sebelumnya, yakni Anaerob Degestion dan Sanitary Landfill. Kedua teknologi ini diklaim kalah efisien jika dibandingkan dengan teknologi Insenerator.

Seiring dengan pembangunan mesin pengolah sampah tersebut di tahun depan, Pemkot tengah menyiapkan sejumlah alat berat sebagai peralatan pendukungnya. Setidaknya, Pemkot butuh 4 unit Buldoser dan 4 unit eskavator untuk diterjunkan di TPA Putri Cempo. Anggaran untuk alat pendukung akan diupayakan dalam APBD 2014.

Sementara, Asisten Sekretariat Daerah Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Enny Tyasni Suzanna mengungkapkan, kajian Pre-Feasibility Studies (FS) pembangunan unit pengolahan limbah sampah pada lahan seluas 16 hektar tersebut sudah selesai dilakukan. Kini, Pemkot tinggal menyusun kajian FS dengan melakukan market sounding terlebih dahulu.

Dari hasil market sounding dengan mengumpulkan calon investor, akan dijadikan acuan sebagai penyusunan dokumen lelang. Dirinya optimis, seluruh proses penyusunan FS hingga penyelesaian dokumen lelang bisa rampung pada Mei 2014 nanti.

“Pesan Pak Rudy (Walikota), dalam mekanisme kerjasama dibuat seminimal mungkin membebani Pemkot. Sebisa mungkin membuka peluang selebar-lebarnya kepada investor untuk menjual produk hasil pengolahan limbah tersebut,” terangnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge