0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Besok, Pencanangan Solo Sebagai Kota Inklusi

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/ranu)

Solo — Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Solo mengakui bahwa hingga saat ini baru ada 13 sekolah inklusi di Solo. Itupun keberadaannya juga belum merata di seluruh kecamatan yang ada.

“Seperti halnya jenjang SD, di Kecamatan Banjarsari ada tiga sekolah, tetapi di Kecamatan Pasar Kliwon belum ada sama sekali. Demikian halnya SMP inklusi hanya berada di kota bagian kota,” jelas Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif Solo, Wahyono kepada wartawan, di Kantor Dinas Dikpora Solo, Jumat (27/9).

Dijelaskan, sekolah inklusi di Kota Solo terperinci, masing-masing jenjang SD yakni SDN Manahan, SDN Bromantakan, SD Al Firdaus, SDN Pajang I, SDN Kartodipuran, SDN Petoran dan SDN Gebang. Sedangkan jenjang SMP yakni SMPN 12 dan SMPN 23. Sementara untuk jenjang SMA/SMK terdapat empat sekolah meliputi SMAN 8, SMA Muhammadiyah 6, SMKN 8 dan SMKN 9.

“Dalam waktu dekat ini kami akan lebih fokus dalam pemerataaan pendidikan inklusif untuk jenjang SD dan SMP. Kedua jenjang ini merupakan pendidikan dasar yang wajib diakses oleh seluruh anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Wahyono, Dinas Dikpora Solo berupaya meningkatkan layanan pendidikan terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satunya yakni dengan pemerataan pendidikan inklusif di Kota Solo dan penambahan guru pendamping khusus (GPK).

Sementara itu, pencanangan Solo sebagai Kota Inklusi rencananya akan digelar pada Sabtu (28/9) di Balaikota Solo. Pada pencanangan Solo Kota Inklusi, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo akan diluncurkan website mengenai pendidikan inklusif di Solo. Pencanangan Solo Kota Inklusi nantinya akan melibatkan sekitar 1.000 siswa-siswi Solo dari sekolah-sekolah inklusi jenjang SD hingga SMA/SMK.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge