0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diberi Hadiah Kopiah Gus Dur, Jokowi: Kayaknya Pas

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Timlo.net — Kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menerima hadiah sebuah kopiah dari Shinta Nuriyah, istri almarhum mantan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Sepintas mungkin tidak ada yang istimewa dari kopiah itu.

Tapi pemberian hadiah menjadi berbeda karena ternyata kopiah itu peninggalan Gus Dur. Kopiah warna cokelat yang biasa dipakai mantan Ketua PBNU, yang karir hidupnya dikenal dekat dengan masyarakat.

Pertanyaannya, apakah Jokowi nanti menjadi penerus Gus Dur? Kenapa pula Shinta Nuriyah memberikan kopiah peninggalan suaminya?

“Kenapa saya kasih peci itu, karena filosofinya Gus Dur dengan Jokowi mirip, langsung turun lapangan, tidak mau ribet dengan birokrasi,” kata anak Gus Dur, Yenny Wahid di acara hari lahir ke-9 Wahid Institute, di Jakarta, Kamis (26/9).

Kopiah dipakaikan sendiri oleh Shinta Nuriyah. Sambil menunduk takzim, Jokowi pun menyambut dengan senyum. Si penerima pun merasa bangga dan merasa terkesan. “Kayaknya pas ya. Saya pikir saya dapat sarung, ternyata kopiah,” ucap Jokowi sambil tersenyum.

Sekilas perjalanan Jokowi dengan Gus Dur jadi pemimpin memang mirip. Misalnya, keduanya sama-sama tokoh dan politisi yang datang dari daerah. Jokowi datang dari Solo, Jawa Tengah, sementara Gus Dur datang dari Jombang, Jawa Timur.

Keduanya juga memiliki kebiasaan nyeleneh dan tak mau repot, misalnya, blusukan. Jokowi dikenal sebagai pemimpin yang hampir setiap hari blusukan ke kampung-kampung, terkesan memiliki gaya kepemimpinan sederhana dan tidak ruwet.

Begitu juga dengan Gus Dur. Bagi kalangan Nahdliyin, sewaktu menjabat Ketua PBNU, dia kerap blusukan ke pesantren di daerah-daerah. Semua orang juga tahu, Gus Dur dengan lelucon khasnya; ‘gitu aja kok repot’, dianggap sebagai presiden nyeleneh.

Semua orang memang berhak memaknai pemberian kopiah itu. Tapi kenyataannya, hanya Jokowi yang diberi kopiah peninggalan Gus Dur. Padahal di acara itu banyak tokoh lain, misalnya Akbar Tanjung, Wiranto, Said Aqil Siradj dan Djan Faridz. [mtf]

Sumber: merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge