0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

PHRI Solo Tuntut Moratorium Pendirian Hotel Baru

TUNE HOTEL-Suasana di tempat pelayanan tamu Tune Hotel Solo (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Solo – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Solo kembali menuntut pemerintah setempat melakukan moratorium alias penangguhan pendirian hotel baru. Pasalnya, saat ini keberadaan hotel di Kota Solo dinilai sudah terlalu padat dan dikhawatirkan bisa memicu persaingan tidak sehat.

Humas PHRI Solo, MSU Adji, mengungkapkan hingga kini tercatat sudah ada 128 hotel yang beroperasi di Kota Bengawan, baik kelas bintang maupun nonbintang. Jumlah sebanyak itu dipastikan bakal bertambah, mengingat belakangan ada 32 izin operasional hotel baru yang masuk ke meja pemerintah kota (Pemkot).

“Ke depan harus ada moratorium karena sekarang sudah sangat padat,” tandasnya, Kamis (26/9). PHRI Solo meminta Pemkot tak perlu terburu-buru dalam menerbitkan perizinan operasional hotel. Diharapkan instansi terkait melakukan pendataan terlebih dahulu, termasuk mengimplementasikan regulasi pendirian hotel baru guna menjaga persaingan tetap sehat.

Wakil Ketua II PHRI Solo, Purwanto Yudhonagoro, menyatakan Pemkot Solo memang perlu melakukan moratorium pendirian hotel baru. Hal ini penting dilakukan guna menekan terjadinya persaingan yang tidak sehat.

“Supaya ‘kue’ ini benar-benar merata, sehingga tidak terjadi persaingan yang tidak sehat,” kata dia. Maraknya penambahan kamar yang tidak diikuti dengan peningkatan city occupancy memang menjadi masalah tersendiri bagi industri perhotelan. Oleh sebab itu selain moratorium, PHRI menilai langkah Pemkot menggiring pendirian hotel baru ke arah Utara sudah sangat tepat guna menekan persaingan.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge