0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Kebakaran Hutan Merapi, Warga Diimbau Tidak Bakar Rumput dan Buat Arang

Warga Selo bikin api unggun karena kediningan. (Dok.Timlo.net/ Nanin)

Boyolali — Masyarakat di Lereng Merapi dihimbau untuk tidak membakar rumput dan membuat arang di kawasan hutan Merapi. Imbauan ini disampaikan Balai Taman Nasional Gunung Merapi Resort Selo sebagai antisipasi kebakaran selama musim kemarau. Puncak musim kemarau sendiri diprediksi akhir bulan ini.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Resort Selo BTNGM, Ruki Umaya, kebiasaan masyarakat di Lereng Merapi yang membakar rumput sangat berpotensi menjadi pemicu kebakaran di Hutan Merapi. Kebiasaan ini biasanya dilakukan agar rumput yang dipotong bisa tumbuh kembali. Selain membakar rumput, kebiasaan masyarakat pembuat arang di hutan Merapi diharapkan bisa dihentikan selama musim kemarau ini.

“Kita terus lakukan sosialisasi bahayanya kebakaran, masyarakat dalam kesempatan tersebut diminta untuk tidak membakar rumput, kalaupun dibakar jangan meninggalkan api, harus dipadamkan,” ungkap Ruki, Kamis (26/9).

Meski diakui, untuk pembuatan arang berada di hutan Merapi paling bawah dan tidak termasuk dalam kawasan BTNG Merapi, tapi bila tidak diawasi bisa menjadi pemicu kebakaran.

itambah lagi dengan kondisi di hutan Merapi yang kering, kebakaran kapanpun bisa terjadi. Selain itu, kebiasaan membuat arang di hutan Merapi, kebanyakan dilakukan oleh masyarakat Tlogolele Selo.

“Kita terus lakukan patroli disepanjang hutan Merapi baik di kawasan BTNGM maupun diluar kawasan,” tandas Ruki.

Resort Selo sendiri di wilayah Gunung Merapi mengampu enam desa di Kecamatan Selo, diantaranya Tlogolele, Jrakah, Klakah, Lencoh, Samiran dan Suroteleng. Luasan wilayah hutan Merapi 900 hektar tersebar di enam desa.

“Untuk saat ini kawasan hutan Merapi masih aman,” tandas Ruki.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge