0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sakit, Parno Nekat Gantung Diri

Boyolali — Diduga tidak kuat menanggung sakit usus yang tidak kunjung sembuh, seorang warga Selo nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di plafon rumah.
Kisah tragis dialami Parno (33), warga Dukuh Salakan RT 16/IV, Desa Jeruk, Kecamatan Selo, ditemukan dalam kondisi tergantung, Kamis (26/9) dini hari.

Aksi korban diketahui saat, Rabu (25/9) siang, istri korban, Sutini (30), hendak mengajak korban makan siang. Namun, Sutini tidak menemukan suaminya di rumah. Bahkan setelah dicari kemana-mana, suaminya juga tidak kunjung ditemukan. Beberapa tetangga korban yang ikut mencari juga tidak menemukan. Hingga malam tiba, keluarga korban tidak menemukan keberadaan korban.

Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB, keluarga berinisiatif mencari korban di atas plafon rumah. Benar saja, korban ternyata ditemukan di atas plafon. Namun, korban ditemukan dalam keadaan menggantung diri di blandar rumah, tepatnya di ruang tengah. Korban gantung diri menggunakan tali yang diikat di blandar di atas plafon. Keluarga yang melihat korban tergantung langsung berteriak histeris.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kapolsek Selo AKP Suparma, dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan pada jazad korban. Korban diduga tewas murni karena gantung diri.

“Korban nekat gantung diri karena depresi terhadap penyakitnya yang tidak kunjung sembuh,” tandas Kapolsek.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge