0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Anies Baswedan: Jarang Pemimpin Bicarakan Pendidikan

Anies Baswedan saat tampil dalam Seminar Gerakan Masyarakat Mengajar di FKIP UNS, Kamis (26/9) (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Anies Baswedan menyatakan, apabila menginginkan masyarakat maju, maka jangan hanya sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi dan penyiapan infrastruktur.

“Tetapi kejarlah kualitas manusia,” tandas Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan saat berbincang-bincang dengan Timlo.net, di Ruang Dekan FKIP UNS, Solo, Kamis (26/9/2013).

Kenapa ikut Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat? Anies menyatakan bahwa keinginanya mengikuti konvensi karena ingin mendorong agar soal kualitas manusia menjadi prioritas utama di Republik Indonesia.

“Terkait kualitas manusianya. Manusia yang sehat, manusia yang terdidik adalah modal utama,” ujar Anies Baswedan yang juga Pemrakarsa Gerakan Indonesia Mengajar, seusai tampil sebagai pembicara pada Seminar Gerakan Masyarakat Mengajar.

Sejak Bung Hatta, menurut Anies, sudah jarang sekali pemimpin-pemimpin di Indonesia membicarakan pendidikan sebagai komponen utama membangun Indonesia.”Karena itulah salah satu yang mendorong saya ikut konvensi,” jelasnya.

Anies mengemukakan, belakangan ini di daerah-daerah terjadi peningkatan kualitas belajar. Indikatornya menunjukkan minat belajar menjadi meningkat, kedisiplinan menjadi baik, kepedulian terhadap pendidikan mulai meningkat. Secara program indikasinya positif.

“Alhamdulillah Gerakan Indonesia Mengajar belakangan ini mulai merebak dan tidak ada hubungannya dengan organisasi. Adanya hubungan kepedulian. Gerakan-gerakan seperti Indonesia Mengajar, Solo Mengajar dan sebagainya adalah mengajak kita semua untuk melihat masalah dengan prespektif yang berbeda,” jelasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge