0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Sidang Kasus Ancaman Pembunuhan

Lukminto Mangkir Lagi, Hotma: Apa Tak Bisa Dipanggil Paksa?

Hotma Sitompul, penasehat hukum terdakwa Anthon Wahju Pramono (dok.timlo.net/iwan dwi wahyu)

Solo — Kamis (26/9), Pengadilan Negeri (PN) Solo, kembali menggelar sidang dugaan ancaman pembunuhan kepada Bos Sritex HM Lukminto, dengan terdakwa Anthon Wahju Pramono (64).

Dalam sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan dari para saksi, kali ini HM Lukminto kembali tidak hadir dengan alasan sakit. Menurut keterangan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), saksi korban tidak bisa hadir karena sedang berobat ke luar negeri.

“Kami sudah 4 kali melakukan pemanggilan, dan dari keterangan yang kami dapat, H.M Lukmito sedang melakukan perwatan medis di Singapura. Kami juga melampirkan surat boardingpass sebagai bukti bahwa dia sedang melakukan perwatan,” ucap Fani Widyastuti selaku Jaksa Penuntut Umum.

Saat ditemui Timlo.net seusai persidangan, Fani Widyastuti juga menjelaskan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat panggilan sebanyak 4 kali, bahkan sudah mendatangi rumah HM. Lukminto, tetapi tidak berhasil bertemu. “Kami sudah berusaha menghubungi lewat surat, bahkan kami kerumahnya, tapi tetap tidak ketemu,” terangnya.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum terdakwa, Hotma Sitompul mengatakan bahwa hakim harus memanggil paksa HM Lukminto. “Mohon ini dijadika catatan, orang ini (HM Lukminto) selalu menghindari persidangan, dan tidak pernah hadir di setiap kasus yg terkait dengannya. Apakah pemanggilan paksa tidak bisa dilakukan,” tutur Hotma.

Sidang akan dilanjutkan Kamis depan, dengan agenda meminta keterangan dari saksi korban, HM Lukminto.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge