0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kit Futsalismo Region Solo

Rochi Turun, UNSA Tundukkan Atma Jaya 5-2

Tim Futsal UNSA tundukkan Atmajaya 5-2 di GOR Manahan (dok.timlo.net/aryo yusri atmaja)

Solo —  Tim futsal UNSA-ASMI Solo kembali meraih kemenangan kedua dalam gelaran Kit Futsalismo 2013 region Solo di GOR Manahan, Kamis (26/9) siang. Kali ini yang menjadi korban UNSA adalah Universitas Katolik Atma Jaya (UAJY) Yogyakarta dengan skor telak 5-2. Kemenangan UNSA ini sekaligus meraih tiket ke babak semifinal.

Bekal kemenangan 5-1 UNSA atas UNIVET di pertandingan pertama kemarin, menjadi pelecut semangat anak asuh Rochi Putiray dalam meladeni Atmajaya. Terbukti di babak pertama, UNSA langsung memberondong lima gol ke gawang Atmajaya. Kelima gol UNSA dicetak Ihwan (2 gol), Andrianto, Agung, dan Tri Budi. UNSA menutup babak pertama seperti tanpa perlawanan.

Di paruh kedua, permainan UNSA sedikit mengendur dan justru kerap mendapatkan tekanan dari Atmajaya. Masuknya sejumlah pemain Atmajaya yang berasal dari Papua, membuat laga berubah cukup keras. Pelanggaran keras tercipta dari kedua tim. Bahkan beberapa kali wasit mengeluarkan kartu kuning bagi UNSA maupun Atmajaya.

Pelatih sekaligus pemain UNSA, Rochi Putiray terpaksa harus ikut bermain untuk mengantisipasi serangan sporadis yang dilakukan Atmajaya. Beruntung hanya dua gol yang mampu dibalas Atmajaya melalui kaki Yohanes dan George Francis. Skor akhir 5-2 bertahan untuk kemenangan UNSA.

“Di babak kedua pemain kami meremehkan mereka, dan terbukti banyak diserang dan kebobolan dua gol. Pelatih lawan saya akui cerdas dalam memainkan taktik terutama di babak kedua,” ungkap Rochi Putiray, usai pertandingan.

Eks pemain Timnas Indonesia dan klub Arseto Solo ini mengaku dirinya terpaksa ikut bermain untuk menghindarkan timnya dari kebobolan lebih banyak lagi. Rocky ikut turun bermain di lima menit terakhir pertandingan. “Cukup riskan karena anak-anak dalam tekanan dan saya harus masuk untuk mengantisipasi. Secara kesuluruhan, lawan tadi lebih bagus dari kemarin dan itu membuat laga tadi cukup sulit,” lanjutnya.

Dirinya juga mengaku kecewa dengan kinerja pengadil lapangan yang kurang tegas dan jeli dalam memimpin pertandingan. “Tadi banyak hal yang tidak sesuai aturan malah dibiarkan oleh wasit. Praktis tensi pertandingan berubah cukup tinggi,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge