0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Parkir di City Walk, Motor Juga bakal Digembok

Petugas dari Dishub Solo menggembok kendaraan yang parkir sembarangan, di area city walk, Jalan Slamet Riyadi, Solo (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo —  Penerapan sanksi gembok pada area terlarang untuk parkir akan menyasar pada kendaraan roda dua. Selama dua pekan terakhir, penerapan sanksi gembok baru diterapkan pada kendaraan roda empat.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Solo, Yosca Herman Soedrajat mengungkapkan, penerapan sanksi gembok pada kendaraan roda dua dilakukan secara bertahap. “Saat ini masih terfokus pada roda 4. Setelah itu secara bertahap kami lakukan pada sepeda motor,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/9).

Diketahui, sosialisasi yang dilakukan pada masyarakat terkait sanksi gembok di kawasan terlarang untuk parkir sudah berjalan selama dua pekan. Petugas menggelar razia di kawasan city walk sepanjang  Jl Slamet Riyadi. Tidak sedikit mobil yang terjaring razia karena kedapatan parkir di atas badan city walk.

Hingga beberapa waktu ke depan, petugas mengintensifkan patroli dan akan menggembok mobil yang kedapatan parkir sembarangan yang bukan berada pada tempat semestinya. Tak hanya dilakukan di city walk Slamet Riyadi saja, namun akan menyasar di sejumlah lokasi lain, seperti Jl Kapten Mulyadi, Jl Urip Sumoharjo hingga Jl Kol Sutarto (depan RSUD Moewardi).

Yosca sendiri tidak menyebutkan kapan dimulainya razia pada kendaraan sepeda motor. Hanya, kalau sosialisasi yang dilakukan pada kendaraan roda 4 dirasa cukup, baru mengarah pada kendaraan roda 2.

Terkait sanksi yang dikenakan bagi sepeda motor yang terkena sanksi gembok, menurutnya sama dengan sanksi yang dikenakan pada mobil yang digembok. “Kena denda Rp 100 ribu, dan harus menunjukkan surat Tilang (bukti pelanggaran) dari kepolisian jika mau mengambil kendaraannya,” terangnya.

Sebelum mengambil kendaraan yang digembok, pengendara wajib menghubungi pos polisi terdekat untuk mendapatkan sanksi Tilang. Setelah mendapatkan surat Tilang, pengendara baru bisa menghubungi petugas Dishub untuk membuka kunci gembok.

Jika dalam waktu 2 x 24 jam kendaraan tidak diambil, petugas berhak untuk menderek kendaraan tersebut. Sanksi yang dikenakan bagi kendaraan yang sudah diderek pun meningkat menjadi Rp 250 ribu plus Tilang dari kepolisian.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge