0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Orangtua Pembuang Bayi Berharap Hukuman Diperingan

Dua tersangka pembuang bayi menjalani pemeriksaan di kantor polisi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Hati orangtua mana yang tidak sedih melihat anaknya harus berurusan dengan pihak berwajib? Hal itu yang ditunjukkan kedua orangtua tersangka pembuang bayi, SNT dan PRT,warga Juwangi Boyolali, saat ikut menyaksikan jalannya rekonstruksi di Mapolres Boyolali, Rabu (25/9).

Ayah tersangka SNT, Teguh (40), mengaku masih shock dan tidak tega melihat anak keduanya. Karena masih shock, Teguh bahkan memilih mengawasi jalanya rekonstruksi dari kejauhan, sementara sang istri, memilih berada di Masjid Mapolres.

“Saya tidak tega melihat anak saya, dia itu anak pendiam, aktif dalam berbagai kegiatan. Prestasi di sekolahnya sangat bagus, saya bahkan tidak pernah membayar SPP karena dia mendapat beasiswa,” cerita Teguh yang menolak diambil gambarnya.

Dengan terbata-bata menahan tanggis, Teguh, mengaku tidak mengetahui anaknya hamil. Keluarganya baru tahu setelah pihak berwajib mendatangi rumahnya dan memberitahukan kasus yang menimpa anaknya. Saat diberitahu petugas, Teguh mengaku sempat emosi.

“Saya sempat marah sama Pak polisi saat anak saya hendak dibawa, jangan asal tuduh, saya sudah minta jangan dibawa, masih sekolah, kasihan kan,” ungkap Teguh sembari mengusap air matanya.

Teguh sendiri berharap, anak keduanya itu bisa menjalani penahanan luar sehingga bisa sekolah kembali. Pihaknya akan mendidik anak kedua dari enam bersaudara lebih bagus lagi.

Senada, DR, orang tua PRH juga mengaku sama. Menurut DR, semuanya sudah terlanjur sehingga keluarganya berupaya tabah dan terus menguatkan PRH. DR berharap, apa yang menimpa anaknya dan STH, menjadi pelajaran bagi pelajar maupun orang tua lainnya agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge