0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kasus Pembuang Bayi di Hutan Ngaren

Dua Tersangka Jalankan Rekonstruksi

Boyolali — Kedua tersangka pembuang bayi di Hutan Ngaren Juwangi, tidak bisa menyembunyikan kesedihan mereka selama melakukan rekonstruksi di halaman Mapolres Boyolali, Rabu (25/9). Keduanya terlihat menahan air mata selama menjalankan rekontruksi.

Kedua tersangka yang masih berstatus sebagai pelajar ini, SNT dan PTR, setidaknya menjalankan 27 adegan dalam reka ulang. Dalam reka ulang tersebut diketahui, mayat bayi yang dibawa korban ke sekolah ternyata disimpan di kebun dan ditinggal ke sekolah, sebelum akhirnya di kubur oleh tersangka PTR, yang notebene pacar SNT. Tragisnya lagi, mayat bayi yang dibungkus kain dan disimpan di tas, diserahkan tersangka SNT kepada PTR di sebuah warnet di Juwangi.

Setelah mayat bayi hasil hubungan suami istri kedua tersangka dibawa oleh PTR, kemudian dikubur di semak-semak di Hutan Ngaren Juwangi. Mayat bayi malang berjenis kelamin perempuan itu ditemukan warga yang sedang mencari kayu di hutan dalam kondisi membusuk.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Haryanto melalui Kasatreskrim AKP Dwi Haryadi, didampingi Kanit PPA, Aiptu Ekowati mengungkapkan, rekonstruksi ini dilakukan untuk kelengkapan berkas kasus pembuangan bayi di tengah hutan Desa Ngaren, Juwangi tersebut.

“Berkas sudah selesai, baru nanti kasusnya kita limpahkan ke kejaksaan,” tandasnya Kasat singkat.

Di sisi lain, kedua tersangka ditemui usai rekonstruksi mengaku sangat menyesal. Tersangka SNT, mengaku terpaksa membuang bayinya karena takut ketahuan orang tuanya. Hal senada juga diungkapkan tersangka, PRT. Bahkan PRT sendiri tidak bisa menahan air matanya mengingat kejadian tersebut.

“Saya menyesal,” ungkapnya lirih.



Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge