0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cari Kesalahan, Sejumlah Warga Lenteng Agung Demo Lurah Susan

Demo Tolak Lurah Susan. (Dok.Merdeka.com)

Timlo.net — Warga Lenteng Agung berdemonstrasi menolak kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menempatkan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung.

Rupanya salah satu alasan mereka menolak Susan karena lurah cantik itu kerap menyapa dengan ucapan ‘good morning’.

Ruslan, yang merupakan perwakilan RW 02 berorasi. Selama Susan menjabat sebagai Lurah Lenteng Agung, ucapan salam menjadi Selamat Pagi atau good morning bukan ucapan salam layaknya mayoritas warga Lenteng Agung.

“Sekarang ucapannya good morning bukan lagi Assalamualaikum,” ujar dia di depan Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Selasa (25/9).

Warga Lenteng kerap mencari kesalahan Lurah Susan. Selain itu, warga juga menuding Lurah Susan tak nasionalis karena tak mengibarkan bendera merah putih saat 17 Agustus. Padahal bendera di kelurahan setiap harinya selalu berkibar.

Namun rupanya para pendemo itu tidak mendapatkan data yang valid. Sebabnya, bendera di depan kelurahan selalu berkibar setiap hari. Jangankan ada hari besar atau perayaan, hari biasa pihak kelurahan mengibarkan bendera.

“Setiap hari selalu pasang bendera merah putih. Walaupun, ada aksi ataupun tidak kami tetap pasang,” kata Debby, seorang staf kelurahan Lenteng Agung.
Setelah ditemui oleh Lurah Susan Jasmine Zulkifli, warga Lenteng Agung yang berdemonstrasi membubarkan diri. Susan pun menggelar rapat lanjutan dengan Camat Jagakarsa Asril Rizal dan utusan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Utusan Jokowi yang datang adalah Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Franky Mangatas Pandjaitan. Pantauan merdeka.com, Camat Asril datang pada pukul 12.30 WIB, Rabu (25/9). Dia datang dengan mengenakan pakaian dinas pemda.

Sedangkan Franky datang dengan menggunakan kendaraan dinas DKI Jakarta dengan nomor polisi B 19 DKI. Dia diutus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menemui Lurah Susan dan menghadiri rapat tertutup tersebut.

Hingga pukul 12.50 WIB, rapat tertutup masih berlangsung.

Sebelumnya, puluhan warga Lenteng Agung kembali menggelar aksi lanjutan menolak Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli. Aksi tersebut diawali dengan aksi jalan kaki hingga ke Kantor lurah Lenteng Agung.

Dengan berpakaian muslim serba putih, para demonstran berjalan dengan membawa keranda jenazah dengan bertuliskan ‘Lurah Lenteng Agung mati rasa’.

“Kami menolak kebijakan Gubernur DKI Jakarta Jokowi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok yang menempatkan Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli,” ujar pimpinan orasi dalam aksi tersebut.

Sementara itu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meminta Gubernur DKI JakartaJoko Widodo(Jokowi) tetap mempertahankan Susan Jasmine Zulkifli sebagai Lurah Lenteng Agung, kendati diprotes sejumlah pihak.

Sebab, penempatan Susan di lingkungan kerja barunya itu tak lepas dari kompetensi yang dia miliki selaku pemimpin.

“Partai mendukung sepenuhnya terhadap upaya penataan birokrasi yang dilakukan oleh Pak Jokowi yang dilakukan dengan melalui proses uji kepatutan dan kelayakan. Berbagai macam bentuk tekanan yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu harus dilihat sebagai politisisasi atas isu SARA,” terang Sekjen DPP PDIPTjahjo Kumolodalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (25/9).

Dia menambahkan, sejak merdeka, Indonesia dibangun di atas pondasi keanekarakaman budaya, bangsa dan agama. Hal tersebut sudah ditanamkan oleh seluruh pendiri bangsa dan menjadikannya sebagai prinsip kebangsaan.

“Atas dasar prinsip tersebut, maka penyelenggaraan pemerintahan negara diletakkan atas dasar pengakuan terhadap prinsip kesetaraan warga negara,” tandasnya.

Tjahjo berharap agar Jokowi tidak mudah tunduk dalam menghadapi tekanan-tekanan yang dilakukan sekelompok orang, termasuk warga Lenteng Agung sendiri, selama keputusan yang diambil mantan Wali Kota Solo itu sesuai dengan prinsip good governance dan peraturan perundang-undangan.

“Partai mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mengedepankan dialog atau musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan. Partai mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus menerus membumikan Pancasila, UUD 1945 dan kebhinekaan Indonesia dalam wadah NKRI,” pungkasnya.

sumber : merdeka.com



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge