0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Mutilasi di Sragen

Kasat Reskrim: Yang Dimutilasi Hanya Kepala Siska

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni, menunjukkan sebilah pedang yang di gunakan tersangka Eko Sunarno untuk memutilasi kepala Siska Tri Wijayanti. (dok.timlo.net/agung)

Sragen — Kasat Reskrim Polres Sragen, AKP Yohanes Trisnanto, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Dhani Hernando mengatakan, pelaku pembunuhan terhadap Siska Tri Wijayanti (23), Eko Sunarno alias Ahmad Syaifudin Yuhri (32), mengaku hanya memutilasi kepala korban.

Ketika ditemui Timlo.net di ruang kerjanya, Yohanes menyatakan, bagian tubuh Siska yang lain seperti tangan yang selama ini disebut ikut dimutilasi ternyata hanya terputus akibat dibakar oleh pelaku.

“Yang dimutilasi hanya kepala. Pedang hanya digunakan untuk memenggal leher,” kata Pak Yo, sebutan akrab AKP Yohanes Trisnanto.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Sri Wahyuni menambahkan, kondisi tubuh korban yang terbakar hingga stadium IV menyebabkan bagian tubuh korban mudah putus saat dipegang. Apalagi dari pengakuan pelaku, dia menyeret tubuh korban di lokasi terjal.

Sri Wahyuni menjelaskan, usai melakukan mutilasi kepala, pedang yang digunakan pelaku dibuang saat perjalanan pulang ke rumah di Bangak, Kelurahan Sine. Saat melintas di Jembatan Ngablak itulah Eko membuang pedang yang digunakan habis memutilasi.

“Pedang ditemukan berdasarkan hasil interogasi terhadap tersangka. Eko membuang pedang sambil mengendarai sepeda motor,” kata Sri Wahyuni.

Sri Menambahkan, Polres Sragen akan mengirim pedang ke Labfor Mabes Polri Cabang Semarang untuk mengidentifikasi apakah darah yang menempel pada pedang identik dengan darah korban. Hal itu untuk memastikan senjata itu benar-benar digunakan Eko untuk munghabisi nyawa Siska.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge