0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mobil Murah Hantam Pasar Mobkas

Astra Toyota Agya ()

Solo – Kehadiran varian low cost green car (LCGC) di industri otomotif nasional rupanya tak hanya memicu kontroversi di kalangan masyarakat luas, namun telah berbuntut pada terpuruknya pasar mobil bekas (Mobkas). Bisnis penjualan mobil second di Kota Solo pun belakangan cenderung lesu terkena hantaman mobil-mobil murah besutan produsen otomotif asal Jepang.

Berkaca dari kondisi yang ada, para pemain Mobkas kini tak hanya bersaing dengan down payment alias uang muka kompetitif yang ditawarkan dealer, namun juga harus bergelut dengan murahnya harga kendaraan baru. Praktis, para pemain Mobkas pun dibuat babak belur atas kondisi tersebut.

Betapa tidak, pada semester II 2013 ini sejumlah pemilik brand besar otomotif ramai-ramai mengusung mobil berkonsep LCGC. Sebut saja Toyota yang meluncurkan Astra Toyota Agya, Daihatsu dengan varian Astra Daihatsu Ayla, Honda mencoba tampil kompetitif dengan generasi Brio Satya serta Suzuki yang juga ingin eksis dengan Karimun Wagon.

Soal harga, mobil-mobil yang diklaim ramah lingkungan tersebut hanya dipasarkan di kisaran Rp 100 juta. Akibatnya sudah pasti bisa ditebak, dengan banyaknya pilihan mobil baru dengan harga terjangkau, praktis transaksi Mobkas pun jadi tersendat.

Hal itu diakui Ketua Himpunan Pedagang dan Perantara Otomotif Surakarta (HPPOS), Haryanto Soedhigdo. Menurutnya, banyak kendaraan second saat ini tidak laku dipasarkan, baik yang dipajang di dealer maupun di bursa Mobkas. Kalaupun laku, keuntungan yang didapatpun relatif minim.

Kondisi demikian diperkirakan bakal berlangsung lama. Mengingat produsen otomotif cukup gencar menggenjot angka penjualan produk mobil murah ramah lingkungan.

Sementara itu, varian anyar besutan Honda Prospect Motor (HPM), Brio Satya tampaknya cukup sukses memikat selera konsumen. Sejak diluncurkan 11 September 2013 lalu, generasi bontot Honda ini laris manis di pasar LCGC.

Khusus di kawasan Soloraya, diakui Sales Manager Honda Bintang Solobaru, Arif Andi Wihatmanto, Brio Satya mampu mencetak 65 surat pemesanan kendaraan (SPK) hanya dalam waktu satu pekan.

“Perhari kami bisa dapat sepuluh SPK, padahal mobilnya belum ada. ¬†Artinya untuk tipe mobil baru, ini termasuk luar biasa. Mengingat biasanya mobil muncul dulu baru ada SPK,” ungkapnya baru-baru ini.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge