0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

KONI Solo Kembali Bagikan Dana Insentif

Ketua Umum KONI Kota Surakarta periode 2013-2017, Gatot Sugihartono (kiri) dan Sumartono Hadinoto. (Timlo.net / Aryo)

Solo — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Solo kembali membagikan dana insentif bagi para atlet dan pelatihnya, Kamis (26/9). Cairnya dana insentif yang merupakan termin kedua untuk tahun ini sebesar Rp 2 miliar, yang merupakan hasil rapelan sejak bulan Juni hingga September ini.

Total atlet yang akan menerima insentif tersebut 472 orang. Adapun jumlah pelatih tercatat sebanyak 107 orang dari 37 cabang olahraga ditambah futsal yang disiapkan kontingen Solo untuk menghadapi persaingan dalam Porprov.

Ketua Umum KONI Solo, Gatot Sugihartono berharap dengan cairnya dana insentif bagi atlet maupun pelatih tersebut dapat meningkatkan semangat dan motivasi untuk semakin berprestasi. Apalagi kontingen Kota Solo akan segera menghadapi ketatnya persaingan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng bulan Oktober besok.

“Tentunya kami berharap, insentif ini dapat memacu para atlet untuk lebih meningkatkan performanya, sehingga bisa mencapai prestasi maksimal pada Porprov mendatang. Para pelatih juga diharapkan lebih baik dalam menempa atlet-atletnya,” kata Gatot, Rabu (25/9).

Gatot menambahkan, pihaknya juga telah memanggil perwakilan setiap Pengcab kemarin guna menyerahkan tanda terima sekaligus tanda tangan kepada seluruh atlet dan pelatih guna pencairan dana insentif tersebut. KONI bahkan mempercepat proses pencairan termin kedua agar Pengcab segera membuat surat Surat Pertanggungjawaban (SPj).

Adapun rincian dana insentif bagi atlet maupun pelatih, setiap atlet akan menerima Rp 800.000. Sedangkan pelatih mendapat Rp 1,2 juta. Untuk bulan berikutnya, nanti diberikan pada pencairan anggaran termin selanjutnya.

Sementara mengenai keterlambatan pencairan dana insentif untuk termin kedua, dirinya menuturkan adanya salah satu Pengcab yakni IPSI Solo yang terlmbat memberikan SPj kepada KONI untuk pengurusan dana insentif termin kedua. Mengenai dua Pengcab yang tidak mengikuti latihan fisik yakni Pengcab PRSI dan IODI, Gatot mengaku tetap menahan dana insentif dan memberikan belakangan

“Karena ada satu Pengcab yang terlambat memberikan SPj jadi 37 Pengcab harus menanggung akibat SPj terlambat itu,” pungkasnya.



Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge